Oleh
Ria R. Dewanti
“seperti apakah surga menurut Anda”
“bisakah Anda menggambarkannya”
“tentang surga dan rumah . . .”
Setiap orang memiliki gambaran tentang surga. Pada umumnya surga diibaratkan bagi sesuatu yang baik-baik dan disukai. Menyenangkan serta membahagiakan. Kira-kira demikianlah gambaran surga di benak sebagian besar manusia. Surga dapat ditemui di mana saja. Asalkan tempat atau hal tersebut dapat memunculkan kebahagiaan di dalam hati.
Di barat surga digambarkan sebagai daerah pantai tropis dengan banyak buah-buahan dan pepohonan. Sebaliknya di Negara tropis, surga digambarkan sebagai sebuah tempat yang sejuk dan dingin. Hal ini disebabkan oleh pengalaman hidup masing-masing manusia serta kebudayaan yang melatar belakanginya. Mungkin inilah yang menyebabkan perbedaan persepsi manusia tentang pengertian dan gambaran tentang surga. Namun terlepas dari hal itu, terdapat sebuah hal yang sama yaitu ketertarikan manusia terhadap tempat yang bernama surga.
Dan yang dimaksud di sini bukanlah surga yang berada di alam akhirat. Karena manusia pasti tidak akan mengetahuinya dengan pasti. Bagaimana rupa dan bentuknya, atau siapa saja yang akan memasukinya. Sekalipun aturan untuk memasukinya sudah dijelaskan sejak berabad-abad yang lalu.
Surga yang dimaksud dalam tulisan ini adalah surga yang dapat ditemui di dunia. Bahkan tidak perlu jauh-jauh untuk menemukannya. Surga tersebut berada di dekat rumah tempat tinggal. Surga yang diciptakan oleh para penghuni rumah. Segenap manusia yang berada di lingkungan tersebut. Surga itu adalah pekarangan rumah.
Tidak seperti yang dikira kebanyakan orang. Surga ternyata tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Cukup meluangkan waktu untuk member perhatian dan perawatan yang tepat. Sebuah taman surga dapat tercipta di kebun pekarangan masing-masing rumah. Dan juga tidak memerlukan lahan yang luas. Yang penting ada ketekunan serta semangat untuk membuatnya. Sebuah kebun pekarangan rumah yang mendamaikan hati pemiliknya akan tercipta.
Betapa banyak pemandangan indah yang dapat dinikmati setiap hari. Pagi hari, siang hari, atau pun sore hari, waktu bersantai menjadi semakin berkualitas. Udara yang sejuk dengan angin segar, beserta tanaman hijau semakin meneduhkan pandangan mata. Bahagia sekali bila dapat mewujudkannya.
Tanaman – tanaman hijau ciptaan Tuhan ini, begitu ajaib. Berapa banyak manusia yang jatuh hati padanya. Pikiran menjadi jernih dengan merasakan keberadaannya. Tanaman hijau seolah dititipkan Tuhan kepada manusia untuk dipelihara. Seperti sebuah kehendak Tuhan akan kedamaian hati dan ketentraman jiwa yang disampaikan melalui indahnya tanaman.
Selamat menikmati surga di dekat rumah!
Sumber gambar berasal dari koleksi pribadi penulis. Lokasi pengambilan gambar: Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia.



