Ria R. Dewanti
Hanya waktu yang akan membuktikan kuatnya ucapan dan kesungguhan kata – kata yang dimiliki seseorang. Waktu akan menunjukkan watak seorang pembohong dan seorang bijak. Mereka yang memiliki ketulusan dan kesetiaan pada yang benar akan menguasai waktu. Namun mereka yang senang berbohong dan berdusta akan tergilas oleh waktu. Sahabat serta teman sejati akan datang setelah diuji oleh waktu. Begitu pula dengan teman yang pendusta akan segera ditinggalkan dengan berlalunya waktu.
Apabila ingin menguji karakter seseorang, ingatlah baik – baik saat pertama kali berjumpa. Lalu perhatikan saat dirimu berpisah dengannya. Adakah kesamaan atau perbedaan. Ketahuilah bahwa watak dan karakter seseorang itu sulit berubah. Dalam hidup sangat penting untuk belajar mengetahui watak mereka. Jangan sampai kita keliru menafsirkan seorang penipu sebagai filsuf. Berbahaya sekali. Ini akan mempertaruhkan kehidupan dan kebahagiaan kita seumur hidup.
Dan yang perlu diingat adalah ketenangan dan ketegasan diri untuk memutuskan dan mengikuti prinsip hidup. Jangan tergoda untuk merasa iba dan kasihan kepada seorang penipu. Karena sekali dirimu percaya maka dia akan makin menjadi dalam mencengkeram leher dan jiwamu. Ingatlah bahwa seorang penipu akan mencari ratusan cara agar dirimu terpikat pada bujukannya. Mintalah pertolongan pada Tuhan agar menunjukkan siapa sahabat sejati yang sebenarnya.
Seorang yang berjiwa kesatria sejati tidak akan pernah main – main dengan apa yang diucapkannya. Dia tak akan sembarang berkata. Karena dia paham besarnya nilai sebuah tindakan di hadapan Tuhan. Bukan karena hasrat semata. Inilah yang akan membedakan mereka yang palsu dengan mereka yang asli. Perhatikan seseorang yang suka melemparkan janji dan ucapan ke mana saja. Lihatlah adakah seluruh ucapannya menjadi kenyataan. Adakah ketulusan dia miliki saat mengucapkan kata – kata.
Seorang yang bijaksana tidak akan sembarang dalam berucap. Dia tak akan berusaha mengecewakan hati dari sahabat – sahabatnya. Bila seseorang berusaha mengecewakan orang lain demi mengambil keuntungan atau pun karena suatu gurauan maka dia tak dapat dikatakan bijaksana.
Berhati – hatilah dalam memilih sahabat. Pada akhirnya kita dapat mengetahui apabila kita mau membuka mata lebar – lebar. Mana yang dusta dan mana yang jujur akan kelihatan. Teruslah belajar. Jangan lupakan doa. Hatimu akan menunjukkan mana yang terbaik untukmu. Jadilah orang baik. Maka engkau akan dipertemukan dengan mereka yang baik hatinya. Amin.
Selamat menilai!

Namun bukan sakit dan sesal yang datang, justru canda tawa dan senyum dari sahabat menjadi obat penawar hati.
Selamat menjaga persahabatan, semoga bahagia dan sukses selalu