Ria R. Dewanti
Seseorang bisa saja mengatakan kebohongan untuk suatu waktu. Tetapi tidak pernah untuk selamanya. Mereka yang pandai dan beruntung pasti akan menemukan cara untuk mengetahui dan memahami penipuan yang dilakukan.
Tak seorang pun mau menjadi korban penipuan. Itu sebabnya seseorang tak seharusnya melakukan penipuan kepada sesamanya.
Lalu bagaimana dengan penipuan cinta. Tentu saja tidak boleh. Seorang penipu cinta akan mengucapkan kata – kata untuk mendapatkan kepercayaan dari sesame yang akan dia jadikan mangsa. Dia akan menikmati permainannya. Karena melakukan penipuan cinta adalah kesenangan baginya.
Seorang yang bijak tidak akan melakukan penipuan atau pun kebohongan. Karena penipuan dan kebohongan akan menyakiti dan melukai sesamanya. Oleh karena itu, harus dihindari serta dijauhi.
Untuk menghindari penipuan cinta mari kita perhatikan terlebih dahulu tentang gejala adanya cinta. Kebahagiaan adalah salah satu tanda adanya cinta. Mari perhatikan sebelum kita mengenal seseorang. Bagaimana perilakunya. Bagaimana karakternya serta wataknya. Apakah ia orang yang taat beragama ataukah orang lalai.
Orang yang agamanya baik maka hatinya baik. Hal ini akan tercermin dalam perilaku dan tindakannya untuk memuliakan diri dan sesamanya. Seseorang yang dengan mudah menyakiti dan melukai sesamanya dapat dikatakan orang tersebut tidak memiliki hati yang baik. Maka ada baiknya bila kita introspeksi diri. Memeriksa kembali isi hati kita. Adakah terselip niat jahat. Ataukah ketulusan dan kebaikan senantiasa kita junjung tinggi.
Orang yang mengabaikan kejujuran serta menyukai kebohongan adalah seseorang yang tidak bernilai. Dia tidak memahami dan tidak dapat membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk. Karena baginya segala sesuatu dapat ia tempuh untuk menyenangkan hatinya.
Tidak perduli apakah seseorang terluka atau tersakiti oleh kata – katanya. Apabila ia merasa senang maka hal itu tak akan menjadi persoalan baginya.
Seorang penipu cinta akan menuai apa yang dia lakukan di kemudian hari. Tapi mereka yang tertipu tak seharusnya meratapi kepergian penipu cinta. Kepergian penipu cinta adalah sesuatu yang harus disyukuri. Bahwa yang Maha Kuasa hendak memberikan ganti yang terbaik di sisi – Nya. Karena ketulusan dan kebohongan adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Orang – orang yang indah hatinya, dan tulus kasih sayangnya tidak akan dapat bersatu dengan mereka yang penuh tipuan. Seperti air dan minyak yang tidak akan pernah bersatu.
Mari kita lebih banyak belajar dan memohon pertolongan pada Allah SWT. Agar doa kita diperkenankan. Dan diberi petunjuk untuk menemukan dia yang terbaik bagi hidup kita di dunia dan akhirat.
Selamat belajar!
Pasuruan, 29 Januari 2012
Pukul 20.50 WIB