Persepsi yang Salah dalam Berorganisasi

Ria R. Dewanti

Apa yang aku persepsikan tentang organisasi, berbeda dengan yang dimiliki teman – temanku. Bagiku sebuah organisasi haruslah memiliki jiwa. Mempunyai arah. Tapi tidak demikian bagi mereka. Menjalankan organisasi hanya dengan setengah hati. Dan aku pun menjadi setengah hati berorganisasi bersama mereka.

Selalu saja begitu. Tak dapat ditemukan kata sepakat dalam hal ini. Kami berbeda. Dan menuju arah yang berlainan. Sering kali ini menjadi hal yang menyakitkan. Betapa pun yang terbaik adalah yang sedang kami usahakan. Namun bagaimana sebuah organisasi dapat menjadi besar bila tanpa kekompakan.

Mereka ingin menuju utara. Aku ingin ke selatan. Semakin lama semakin pusing. Karena tidak kunjung temukan arah untuk bersatu. Seperti ketika teman – teman berorganisasi agar dapat menempa diri. Tetapi pertanyaannya adalah menempa diri seperti apa. Mencari kenalan di mana – mana kah. Atau sekedar berada dalam suatu posisi saja. Lantas setelah itu mau apa. Apa yang dilakukan. Bukankah ini sangat mudah. Hanya mendaftar di sebuah organisasi, setelah itu jadi pengurus. Lalu menjadi ketua. Tanpa kemampuan dan kemauan untuk membawa arah di organisasi. Sehingga ketika benar – benar terpilih menjadi ketua, kegiatan yang dilakukan tak dapat memberikan hasil yang didamkan. Organisasi menjadi sepi dari kegitan. Tanpa perhatian pengurusnya. Dan lama – lama organisasi akan ditinggalkan. Atau mungkin kembali ramai untuk suatu tujuan tertentu. Biasanya saat pemilihan ketua umum yang baru. Semua kegiatan organisasi hanya sebagai penggugur syarat. Bukan sebagai penopang keberhasilan menempa diri.

Kesalahan yang tak dapat diperbaiki

Aneh bukan, mengapa seseorang bisa begitu berambisi aktif di organisasi dengan cara begitu. Apakah sebegitu menariknya berorganisasi. Apakah itu benar. Atau salah. Apakah seseorang yang berorganisasi dengan cara demikian itu dapat dikatakan benar.

Tentu sulit untuk membuktikan kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan seorang pengurus organisasi. Nasehat dan peringatan mungkin tidak akan pernah mempan. Lihatlah pasti kita akan berbantah – bantahn hingga ada salah satu yang memutuskan untu diam. Tetapi itu artinya membiarkan pengurus untuk tetap berada dalam kekeliruan.

Sangat menjengkelkan bila menemui orang – orang yang berbuat dan berkepribadian seperti itu. Bukan saja karena nasehat baik tidak dapat mereka dengar. Tetapi juga karena perbuatan yang mereka lakukan itu tak dapat diubah. Kalau ada orang yang mengingatkan pasti akan mereka anggap serangan. Padahal ini bisa jadi nasehat yang akan menyelamatkan hidup mereka selamanya. Sebelum terlambat.

Secara berulang – ulang dari kepengurusan yang satu ke pengurusan lainnya selalu sama. Begitu terus. Hingga kepercayaan terhadap organisasi menurun lalu menghilang. Lantas jangan kaget bila banyak kader lama menghilang. Karena perbedaan persepsi ini tadi.

Masih ingat bukan dengan filosofi air dengan minyak. Bahwa keduanya tidak dapat bersatu. Saling bertentangan dalam hal kandungan kimiawi. Sering kali digunakan untuk menggambarkan kedua pihak yang tak dapat berada dalam satu wadah. Salah dan benar itu berbeda. Tidak ada wilayah abu – abu. Hanya orang gila dan orang mabuk saja yang tidak dapat membedakan antara salah dan benar. Karena orang gila dan mabuk sudah tidak bisa menggunakan akalnya, sehingga tak dapat berpikir untuk kemudian memutuskan mana yang benar dan salah.

Pengurus yang Terus Melanggar Aturan  

Sedikit demi sedikit lama – lama menjadi bukit. Mula – mula memberanikan diri untuk melanggar aturan. Menyiasati beberapa pasal untuk melakukan ambisi. Kemudian jadi terbiasa melanggar segala aturan agar sesuai dengan apa yang diinginkan. Berusaha sebaik mungkin agar dapat memanipulasi aturan. Membuat aturan tunduk pada keinginan mereka. Menomor satukan ambisi duniawi.

Saya jadi teringat sebuah kalimat dalam ilmu hukum. Hukum untuk manusia atau manusia untuk hukum. Mana di antara keduanya yang lebih tepat. Kalau dikaitkan dengan pengurus organisasi yang memanipulasi aturan ini, mungkin kalimat yang cocok adalah hukum untuk manusia. Karena pengurus tersebut berusaha menggunakan aturan untuk memuaskan keinginan yang berkaitan dengan nafsu sebagai manusia. Walau sebenarnya ini berkonotasi negative. Semacam sindiran. Karena pada awalnya, kalimat hukum untuk manusia seringkali diutarakan oleh para penganut hukum progresif. Agar manusia tidak menjadi korban dari hukum. Hukum yang dimaksud adalah hukum positive. Yaitu yang lahir dari kekuasaan pemerintah. Sehingga hukum hanya menjadi alat yang digunakan untuk kekuasaan. Tetapi hukum seperti itu tidak memihak pada rakyat. Sehingga rakyat dirugikan.

Tetapi coba pikir bagaimana kalau kalimat hukum untuk manusia disalah artikan. Orang – orang yang hendak mengeruk kekayaan Negara lalu berusaha memanipulasi hukum agar mereka dapat lolos dari jeratan hukum. Bayangkan saja. Apa jadinya suatu Negara yang memiliki hukum seperti itu.

Saya jadi teringat dengan hukum normatif. Bahwa hukum itu tidak hanya yang berada dalam undang – undang. Namun juga yang tidak ditulis dalam undang – undang. Hukum dapat digali dan diketemukan berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat. Hukum ditegakkan seperti seharusnya. Segala sesuatu ada aturannya. Para ahli hukum harus menggalinya.

Lihatlah betapa pertentangan antara hukum normatif dan progresif mencoba untuk menemukan solusi. Saya pikir keduanya mempunyai tujuan yang mulia. Namun bagaimana cara ahli hukum menggunakannya yang akan menentukan keberadaan dari teori – teori tersebut. Termasuk dalam masalah yang dihadapi oleh pengurus organisasi tersebut.

Selamat menemukan hukum!

Kening dan Semua Menjadi Hening (Resensi Buku Fitri Tropica)

Ria R. Dewanti

Judul buku: kening

Penulis: rakhmawati fitri

Hak penerbitan: terrant books

Jumlah halaman: 194

Tahun terbit: 2011

Jenis buku: fiksi  

 

“Apa yang akan kamu lakukan bila seorang yang kamu sayang tiba – tiba pergi dan telah bersama orang lain.

Tetapi dia tidak ingin lepas darimu. Dia ingin tetap bersamamu. Menjadi temanmu.

Apakah kamu bisa menerimanya.

Apakah persahabatan masih dapat dipertahankan?”

Itulah sekelumit cuplikan cerita berjudul ‘hellogoodbye’ karya Ftri Tropica. Kisah tersebut seperti curahan hati seorang Fitrop atas pengalaman hidup yang dialaminya. Tentang kisah kasihnya yang tak berhasil dengan baik. Sebenarnya kalau kita membayangkan mengalami hal serupa. Tentu getir dan sedih yang dirasa. Namun Fitrop membawakan cerita ini dengan cara yang berbeda.

Dalam buku ‘kening’ ada beberapa cerita pendek yang disuguhkan. Semuanya ditulis dengan gaya Fitri yang kocak dan penuh kejutan. Ada juga beberapa tweet yang diambil dari percakapan Fitrop dengan follower-nya. Semuanya penuh humor dan candaan khas Fitrop.

Secara umum, buku ini penuh dengan kejutan. Cerita yang diramu begitu sulit ditebak. Kita seolah disuguhkan kehidupan pribadi Fitrop, masih dengan label keartisannya. Namun dengan kisah sehari – hari yang sering dialami oleh manusia biasa. Buku ini seolah menjelaskan bagaimana sulitnya perjuangan Fitrop hingga dapat berhasil seperti sekarang ini. Tentu saja dukungan orang tua, sahabat dan teman – teman sangat bermakna untuk Fitrop. Dan seperti kata bijak yang sering kita dengar, bahwa kesuksesan itu membutuhkan pengorbanan. Dan Fitrop harus membayar pengorbanan itu dengan kehilanggan seorang yang amat berharga bagi dirinya.

Pria tersebut adalah sahabat, motivator sekaligus pacar dari Fitrop. Namanya Agra. Setelah 3 tahun lamanya mereka pacaran dan saling menyemangati untuk saling meraih impian, ternyata Agra memutuskan hubungan tersebut. Agra merasa Fitri telah jauh darinya. Karena Fitri tengah meraih mimpinya dengan bolak – balik Jakarta Bandung demi karier presenter yang ia jalani. Kurangnya komunikasi menyebabkan Agra pergi begitu saja, dan segera menemukan gadis lainnya yaitu Anindia.    

Tidak mudah bagi Fitri untuk menerima ini. Namun mengingat persahabatan yang mereka bina selama ini, Fitri masih bisa menerima Agra sebagai ‘sahabat’. Dengan konsekuensi yang berbeda. Berpacaran dengan Agra, jelas berbeda dengan menjadi sahabat Agra. Setiap kali Fitri ke Bandung dan bertemu dengan Agra. Mereka masih bisa menjelajahi kota Bandung bersama. Di waktu luang ketika Fitri ada undangan menjadi presenter di sana.

Tetapi semuanya berubah. Ternyata semua tidaklah semudah yang diharapkan. Persahabatan yang telah dijalin selama ini tak dapat diteruskan. Bayangkan saja. Fitri yang saat itu masih punya perasaan terhadap Agra. Dia harus mendengar curahan hati Agra, setiap saat tentang Anindia. Tak hanya saat mereka bersama. Namun juga di media sosial di mana mereka dapat saling mengetahui kehidupan masing – masing.

Semua menjadi semakin rumit. Karena Agra tak dapat lepas dari Fitri. Namun juga sangat menyukai Anindia. Hingga akhirnya Fitri bersikap tegas. Sekalipun ia tahu bahwa ia akan patah hati. Fitri melepaskan Agra dan berusaha menghilang dari hidupnya.

Kisah ini sedikit tragis sebenarnya. Tapi Fitrop menulisnya dengan bersemangat. Sambil mengumpulkan ingatan di masa lalu saat ia dan Agra masih berdua dan bersama serta bahagia. Hingga saat ia harus memutuskan untuk pergi selamanya dari hidup Agra. Dan mungkin inilah yang mereka maksud dengan ‘finish line’.

Sepertinya cerita tersebut cukup bagus bila dijadikan film layar lebar. Dan saya dengar Fitri Tropica sedang berpikir untuk memberikan cerita tersebut pada salah satu rumah produksi.

Semoga jaya, Fitrop. Mari kita tunggu tulisan – tulisan berikutnya!

Japan Festival: Dari Cosplay, Onigiri Hingga Kendo

Ria R. Dewanti

Universitas Airlangga, Surabaya — saat itu hari Minggu tanggal 12 Februari 2012, saya dan teman – teman kebetulan mengunjungi festival budaya Jepang di kampus. Acara tersebut diadakan oleh mahasiswa universitas Airlangga, kemungkinan mahasiswa sastra Jepang. Suasana begitu ramai dengan alunan dari musik Jepang, lagu – lagu anime begitu terdengar akrab di telinga.

Lokasinya berada di dalam kompleks kampus B universitas Airlangga. Acara berlangsung dari pagi jam 8 hingga malam hari jam 9. Kami mengunjungi festival tersebut pada siang hari seusai mengikuti sebuah pelatihan tak jauh dari lokasi festival.

Ada beberapa hal yang menarik dan kami amati selama berkeliling di festibal budaya jepang. Hal – hal tersebut antara lain:

1. Cosplay

berpose bersama cosplay di festival budaya jepang

Di sepanjang jalan di acara festival, selalu kami temui para mahasiswa yang memakai kostum ala anime Jepang. Baju mereka lucu –lucu. Ditambah tampilan make up yang mendukung. Mereka bersikap ramah pada pengunjung. Dan kami bisa berfoto bersama sambil mengabadikan momen itu.

Masing – masing cosplay memeragakan salah satu tokoh tertentu dalam kartun Jepang. Ada yang memeragakan Inuyasha dan Kagome. Lalu ada pula tokoh naruto, final fantasy dan lain sebagainya. Ada pula cosplay laki – laki yang memakai kostum layaknya seorang wanita. Saya jadi teringat kalau di Jepang hal seperti itu sudah biasa. Seperti vokalis l arc n ciel (baca: laruku) yang bernama Hyde. Dia juga terkenal senang berdandan bak seorang hawa. Tapi ini berbeda dengan banci lo. Mereka tetap pria normal. Hanya saja memeragakan pakaian dari lawan jenis sebagai bentuk fashion. Walau  pun sebenarnya ini tampak aneh.  

2. Kedai makanan khas Jepang

berpose di depan kedai onigiri

Ada beberapa kedai penjual makanan khas Jepang yang terdapat di festival tersebut. seperti onigiri dan hoka hoka bento. Pengunjung pun ramai antri makanan di kedai – kedai tersebut. Sepertinya makanan khas Jepang tersebut telah banyak ditemui di sekitar kita. Tidak terlalu mengejutkan. Sekalipun akan lebih baik bila bisa menemukan makanan Jepang yang belum pernah ditemui di sini.

3. Artist Jepang

Deman K-Pop akhir – akhir ini, tidak berlaku bagi para penggemar J-Pop. Artist – artist Jepang yang menjadi idola, beserta gambar – gambar mereka dalam bentuk poster maupun pin telah memenuhi beberapa gerai di festival kala itu. Para mahasiswa yang menunggu gerai pun menunjukkan semangatnya dalam mendukung para artist Jepang idola mereka.

Begitu juga dengan lagu – lagu yang dinyanyikan oleh band – band milik mahasiswa di pentas festival. Mereka kompak menyanyikan lagu Jepang yang membuat hari menjadi semangat. Salah satu lagu yang menarik adalah forth avenue café yang dipopulerkan l arc n ciel (baca: laruku).

4. Bela diri Kendo 

memakai kostum kendo

Saya dan teman – teman menyempatkan diri untuk mengunjungi gerai klub bela diri Kendo. Sangat menarik. Mereka orang yang ramah. Sekalipun olahraga ini terlihat menyeramkan di luar. Dengan meminjam beberapa atribut Kendo, saya dan seorang teman bergaya di depan kamera. Kami mengabadikan momen ini. Semoga suatu saat nanti kami bisa menyempatkan waktu untuk belajar Kendo.

Demikianlah perjalanan kami di festival budaya Jepang Universitas Airlangga 2012. Secara keseluruhan acara ini sudah cukup bagus. Kami menikmati suasana Jepang yang coba dibentuk oleh acara ini. Dari makanan, para panitia, hingga musik. Semoga di tahun mendatang acara serupa dapat diadakan kembali.

Tetap semangat!

Hati – Hati Memilih Organisasi Mahasiswa

Ria R. Dewanti

Saat menginjakkan kaki pertama kali menjadi mahasiswa. Tentu ada banyak hal berbeda dengan yang kita ketahui di masa sebelumnya. Menjadi mahasiswa memiliki tanggung jawab berbeda. Yaitu harus lebih memperhatikan masa depan dengan cara menambah pengetahuan dan pengalaman di luar kegiatan perkuliahan.

Kegiatan organisasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Kemampuan bermasyarakat akan sangat membantu kita dalam menghadapi masa depan. Di dunia kerja misalnya. Bila kita telah terbiasa berorganisasi, kita tidak akan canggung dalam menghadapi orang – orang yang berbeda karakter dengan kita. Serta mampu untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Namun tidak semua organisasi dapat kita ikuti. Selain karena pertimbangan efisiensi waktu, juga perlu memperhatikan sejauh mana kecocokan dan kesuksesan organisasi tersebut bagi masa depan kita. Adapun panduan dalam memilih organisasi yang tepat adalah sebagai berikut:

1. Sesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki

Mengenali apa yang menjadi bakat dan minat sangat penting. Hal ini akan membantu kita mengenali potensi diri. Sehingga dapat meraih prestasi tertinggi seperti yang diharapkan. Apabila kita memiliki minat di bidang olahraga. Tidak ada salahnya kita aktif dalam organisasi yang bergerak dalam bidang olah raga.

Atau dapat juga kita mempelajari minat kita sebanyak mungkin. Mana yang kira – kira kita sukai. Apakah mungkin kita menyukai kegiatan yang bersifat penalaran.  

2. Berusaha mencari tahu visi misi organisasi

Sangat penting untuk mengetahui visi misi organisasi. Karena ada ratusan organisasi mahasiswa yang beredar di kampus. Apabila kita tidak mempelajari visi misi itu. Dikhawatirkan kita akan terjerumus pada organisasi yang tidak sesuai dengan tujuan hidup dan kepribadian kita.

Misalnya saja organisasi tersebut memiliki visi misi suatu agama tertentu. Lalu kita teliti sejauh mana pengaruhnya terhadap para pengurus di organisasi tersebut. minimal kita memiliki gambaran tentang bagaimana diri kita 4 tahun kemudian setelah aktif di organisasi tersebut. Oleh karena itu hindarilah organisasi yang memiliki visi misi yang jelas.

3. Mencari tahu sejarah organisasi

Ada yang bilang sejarah itu menunjukkan identitas. Mengetahui sejarah sebuah organisasi dapat membuat kita memiliki ikatan batin dengan organisasi tersebut. sehingga kita dapat lebih memahami siapa dan apa sebenarnya organisasi yang kita akan aktif di dalamnya.

4. Mengenali karakter dan kepribadian pengurus organisasi

Mengenali pengurus dalam suatu organisasi sangatlah penting. Paling tidak kita dapat memperkirakan sejauh apa kita bertoleransi terhadap perbedaan karakter yang ada. Karena ketika kita berada dalam suatu perkumpulan pasti akan muncul perbedaan karakter. Kita hanya harus memilih seberapa siap untuk menghadapinya. Apabila perbedaannya terlalu bertolak belakang. Sebaiknya diurungkan. Karena pada akhirnya pasti aka nada salah satu yang harus berkorban.

Kita juga harus memilih dan memilah karakter apa saja yang bermanfaat dan mana yang tidak. Karena dengan demikian kita dapat memperhitungkan pengaruhnya terhadap karakter diri yang akan kita bina di organisasi.  

5. Mantapkan hati untuk menjadi anggota organisasi   

Setelah kita memperhatikan langkah – langkah sebelumnya, maka kini tinggal memutuskan bagaimana kebulatan tekad kita terhadap organisasi yang kita pilih. Pilihlah dengan jernih, penuh pertimbangan dan logika. Selain juga pertimbangkan dengan hati. Karena terkadang hati mampu menunjukkan mana yang sesuai dan mana yang tidak, sebelum akal sampai padanya.

Oleh karena itu untuk memantapkan hati, iringilah dengan berdoa dan mohon pertolongan dari Allah SWT. Jangan sampai menyesal kemudian. Dan tetaplah kritis selama berorganisasi. Jangan mudah terbawa arus. Selalu berpikir dan menganalisis setiap persoalan yang ada.

Selamat memilih organisasi!

Benarkah Masyarakat Tidak Jujur Akan Melahirkan Pemimpin Tidak Jujur

English: Taxicabs line up in a taxi zone in Do...

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Saya seringkali berpikir ditengah berbagai krisis yang dialami Negara ini. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya moral serta jauhnya penegakan hukum dari nilai – nilai kebenaran dan keadilan. Saya pikir pasti ada penyebabnya dibalik semua yang terjadi. Bahkan terkadang saya merasa tidak memihak dengan para demonstran yang berada di jalan raya dan mengungkapkan kekecewaan mereka atas apa yang terjadi di pemerintahan.

Saya punya pengalaman tentang supir taksi di salah satu terminal Surabaya. Saat itu saya baru saja menurunkan kaki di terminal tersebut. Tiba – tiba ada seseorang yang membawa tas pakaian saya ke tempat yang pemberhentian mobil – mobil taksi. Saya mengikuti orang tersebut hingga sampai di sebuah taksi. Setelah member upah untuk orang yang membawa tas saya sebesar Rp10.000,00. Kemudian saya tawar –menawar dengan supir taksi untuk mengantar saya menuju tempat tujuan saya. Harga taksi yang biasanya hanya Rp.40.000 berubah menjadi Rp.60.000. Karena saya merasa situasi kurang menguntungkan untuk berdebat. Maka saya memutuskan untuk membayar sesuai jumlah tersebut.

Dalam hati saya berkata inilah watak dan kepribadian bangsa ini. Bagaimana bisa menyalahkan pemimpin yang tidak mampu mengemban amanat rakyat. Bahkan rakyatnya saja tidak mampu mengemban amanat untuk diri mereka sendiri.

Rasanya sulit untuk menerima seseorang yang berbuat jahat untuk kebaikan. Karena kebaikan dalam bentuk apa pun akan tumbuh melalui kebaikan pula. Tak ada kejahatan yang mampu melahirkan kebaikan. Seringkali kita menuntut banyak kebaikan namun kita sering lupa bahwa sedikit sekali kebaikan yang telah kita perbuat.

Ketidakjujuran seperti yang dilakukan sopir taksi dan pembawa tas tersebut. bukankah itu juga sebuah kejahatan. Saya menyadari bahwa dalam hati mereka apsti tahu itu salah. Tapi mengapa mereka tetap melakukannya. Mungkin juga hati mereka sedang tertutup untuk melakukan kebaikan. Apa yang mereka harapkan dari perbuatan tidak jujur yang mereka lakukan. Sesuap nasi mungkin. Beberapa lembar rupiah untuk biaya pendidikan anak mungkin. Tapi apalah itu semua bila dihasilkan melalui kejahatan.

Kejahatan tidak pernah bisa melahirkan kebaikan. Bahkan pemimpin yang baik pun tidak mungkin datang untuk menjadi pemimpin bagi orang – orang dan masyarakat yang berbuat jahat ini.

Andaikan saja kita mau memperbaiki diri. Berhenti untuk mengeluh. Berhenti untuk berbuat sewenang- wenang kepada sesame manusia. Mungkin masa depan yang lebih baik masih bisa kita rasakan di negeri ini.

Selamat introspeksi diri!

Inilah 5 Alasan Menghapus Teman Dari Facebook

Facebook logo

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti 

Tak selamanya dunia maya seperti facebook menjadi tempat yang nyaman untuk bertukar informasi atau pun menjalin pertemanan dengan para sahabat. Terkadang hubungan pertemanan menjadi begitu tidak baik untuk diteruskan. Sehingga beberapa pengguna facebook memilih untuk menghapus nama – nama teman dalam akun facebook miliknya.

Ada beberapa alasan yang menjadi pendorong bagi pengguna facebook untuk menghapus nama teman di dunia maya tersebut. Alasannya antara lain sebagai berikut:

1. Status 4L4Y yang membuat jengkel

Saat melihat home dan menemukan status – status 4L4Y yang terus – menerus dari beberapa pemilik akun facebook, untuk sementara mungkin kita dapat bersabar. Tapi apabila semakin lama hal itu berlangsung, dapat membuat jenuh serta jengah. Sehingga keputusan yang terbaik adalah menghapus mereka dari pertemanan facebook.

Hal ini dikarenakan kita cenderung menginginkan status maupun pemberitahuan yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia nyata. Apabila terlalu sering menulis status yang negatif, teman – teman lainnya mungkin tidak akan secara terus teras mengkritik. Dengan pertimbangan khawatir memperlebar permasalahan misalnya.  

2. Akun facebook mereka tidak up to date

Beberapa pemilik akun facebook hanya melakukan pembaharuan 1 minggu sekali. Atau bahkan ada yang hampir berbulan – bulan tidak menulis status. Akun semacam ini akan menjadi mudah untuk dihapus dati pertemanan. Apalagi bila sang pemilik akun tidak kita kenal dengan baik. Karena di dunia maya kita dapat menemukan teman – teman dari seluruh penjuru dunia. Sehingga tanpa ada keterikatan emosional atau pun kepentingan, maka akan lebih mudah untuk menghapus pertemanan.  

3. Memasang foto profil dan gambar – gambar lain yang tidak pantas  

Hal ini sangat mudah untuk dipahami. Karena gambar profil akan mencerminkan kepribadian pemilik akun. Apalagi setiap terhubung dengan akun facebook, hal yang selalu diamati adalah gambar profilnya selain status yang ditulis. Gambar – gambar yang tidak pantas akan merusak pemandangan dan lebih baik menghapus pemilik akun dari daftar teman facebook.

4. Orang – orang yang sedang kita hindari di dunia nyata

Saat hubungan sedang tidak harmonis dengan teman – teman di dunia nyata, mungkin akan lebih baik bila diselesaikan secara baik – baik. Namun apabila penyelesaian gagal dilakukan. Lalu kita merasa akan lebih baik mengurangi intensitas komunikasi dengan mereka. Maka menghapus pertemanan di facebook akan menjadi solusi yang baik. Sebelum situasi menjadi lebih runyam karena kesalah pahaman yang ada.

Terkadang membatasi interaksi dan memperbanyak waktu untuk introspeksi akan membantu dalam menyelesaikan masalah. Walau tanpa facebook, masih ada twitter, hand phone atau pun e – mail bukan?

5. Orang – orang berbahaya yang mencoba mengusik kehidupan pribadi kita

Penculikan yang memanfaatkan akun facebook akhir – akhir ini dan segala bentuk kejahatan lainnya, semakin membuat kita waspada dalam menyeleksi dengan siapa kita berteman di media sosial ini. Apabila kita menemukan aktivitas mencurigakan dari beberapa orang. Ada baiknya kita segera mengambil upaya untuk menghapus pertemanan. Untuk hal ini facebook juga telah memberi pengarahan agar menghubungi pihak keamanan apabila terjadi hal – hal yang menjurus pada tindak kejahatan.

Demikian alasan yang dapat penulis kemukakan terkait penghapusan nama teman dari akun facebook. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Bunga Desember yang Mekar di Bulan Januari

Ria R. Dewanti

Ada yang berbeda pada bunga desember yang ditanam di pekarangan rumah. Biasanya bunga itu hanya mekar di bulan desember saja. Tapi saya sungguh kaget ketika menemukan bunga tersebut sedang mekar. Padahal saat itu sudah memasuki akhir bulan januari.

Sungguh mengherankan bukan. Pada bulan – bulan sebelumnya saya tidak pernah menemukan bunga itu mekar kecuali pada bulan desember. Dan saya kira itulah sebabnya bunga itu dinamakan bunga desember.

koleksi pribadi: bunga desember di pekarangan rumah.

Entah apa penyebabnya. Apakah ini karena perubahan cuaca. Atau karena badai matahari yang dikabarkan terjadi pada tahun 2012 ini. Sejauh yang saya amati, terdapat hal – hal yang berbeda di lingkungan sekitar sejak ada berita perubahan iklim. Misalnya saja perubahan cuaca yang tidak teratur seperti dahulu.

Ini benar – benar membuat saya terkejut. Kira – kira kenapa bunga desember ini bisa mekar di bulan januari. Apa iya bunga ini salah memilih jadwal untuk mekar. Padahal saat itu, akhir bulan desember saya melihat bunga itu telah gugur. Tanpa disangka beberapa hari kemudian yaitu di bulan januari bunga itu mekar kembali.

koleksi pribadi: tanaman bunga desember di pekarangan rumah penulis.

Karena merasa bahwa ini hal yang cukup unik. Akhirnya saya mengabadikan beberapa gambar bunga desember yang mekar di bulan yang salah ini. Siapa tahu bisa menarik orang – orang lainnya untuk meneliti penyebab mekarnya bunga desember di bulan januari.

 

Saya Punya Mimpi

Sayornis saya View On Black

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Mimpi, itulah yang menjadi semangat saya dalam berprestasi dan meraih cita – cita. Tanpanya saya tak akan mampu berjalan, melangkah hingga detik ini.

Beberapa orang menyebutnya tujuan. Beberapa lainnya menyebut motivasi. Tapi lebih dari itu saya memahaminya sebagai mimipi. Sesuatu yang akan saya wujudkan dengan kerja keras dan segenap usaha.

Sesuatu yang ada dalam benak saya. Sesuatu yang akan saya peroleh dan pasti bermanfaat. Untuk diri saya, orang tua, atau pun masyarakat sekitar.

Bagi saya mimpi itu harus baik dan benar. Mengandung keseimbangan, kebaikan dan kebenaran. Tanpa memahami kebaikan maka kita tak akan pernah mencapai kebahagiaan.

Saya sering melihat orang – orang yang berambisi. Memiliki tekad kuat untuk meraih sesuatu. Tapi sayangnya yang mereka lakukan jauh dari nilai yang baik dan benar. Melihat orang – orang yang demikian terkadang membuat saya kehabisan akal, karena biasanya nasehat macam apa pun tak akan sampai pada telinga mereka.

Seringkali orang – orang bersikap melampaui batas. Mereka rela menyerang siapa pun agar cita – cita mereka terwujud. Aneh, bagaimana mungkin cita – cita dapat terwujud dengan cara seperti itu. Apabila cita – cita menjadi demikian mudahnya untuk diwujudkan, boleh jadi mereka memilih terlalu rendah. Itu yang dapat saya katakan.

Lihatlah saat mereka mengabaikan kebaikan dan kebenaran. Apa yang akan terjadi. Kebahagiaan akan menjauh dari mereka. Sementara cita – cita apa pun di dunia setinggi – tingginya akan berakhir lewat kematian.

Dengan begitu memilih cita – cita dan impian tak semudah yang dibayangkan. Terlebih dahulu kita harus memahami arti keberadaan kita di dunia ini. Hingga akhirnya kita tak akan menyesal apabila gerbang kematian telah sampai di depan kita.

Selamat bermimpi!

Mengapa Organisasi Ekstra Mahasiswa Cenderung Bernuansa Politik

Ria R. Dewanti

Pada awalnya saya tidak percaya ketika teman – teman di kampus mengatakan bahwa organisasi ekstra mahasiswa cenderung bernuansa politik. Dalam benak saya kata – kata politik bermakna tidak baik seperti aktivitas partai politik yang melakukan berbagai macam cara agar memenangkan pemilihan umum. Sering kali media massa menayangkan berita partai politik yang menggunakan cara – cara yang tidak baik untuk memperoleh simpati masyarakat. Begitu yang ada di pikiran saya saat itu.

Organisasi ekstra mahasiswa yang bernuansa politik sangat jauh dari bayangan saya. Karena pada saat SLTP saya aktif di berbagai kegiatan organisasi siswa seperti OSIS, PMR, Seni Lukis, Mading, dan Karate. Di organisasi – organisasi tersebut saya belajar mengenai kepemimpinan serta manajemen siswa. Bagaimana rapat diselenggarakan, bagaimana mengadakan suatu kegiatan, apa saja yang menjadi aktivitas bidang – bidang organisasi, tugas dan kewajiban pengurus, penyelenggaraan pemilihan ketua umum.

Bahkan sejak kecil, sekalipun saya menyadari bahwa pemilihan ketua umum adalah bagian paling menarik dari sebuah organisasi. Saya tidak menyukai penyatuan suara dari pengurus untuk memilih calon tertentu. Bagi saya pemilihan ketua umum harus diselenggarakan secara musyawarah. Manakala pemilih ingin memilih salah seorang calon maka dia memiliki hak untuk memilihnya. Namun apabila tidak ingin memilih, maka dia juga tidak dipaksa untuk memilih calon yang bersangkutan.

Kurangnya perhatian terhadap masalah manajemen dan kepemimpinan organisasi

Yang menjadi permasalahan adalah organisasi ekstra mahasiswa dalam penyelenggaraan organisasi kurang memperhatikan masalah manajemen dan kepemimpinan. Organisasi ekstra mahasiswa biasanya hanya ramai saat pemilihan ketua umum. Selebihnya hanya kegiatan hampa yang kurang bernilai terhadap potensi seorang organisatoris.

Lemahnya organisasi ekstra mahasiswa dalam mendidik para mahasiswa dalam hal organisasi. Membuat saya berpikir bahwa organisasi ekstra mahasiswa tidak dapat menghasilkan seorang organisatoris. Mereka lebih mirip aktivis partai politik yang sedang mencari popularitas tanpa memperhatikan aspek – aspek filosofis dan etika dalam berorganisasi. Tidak heran dalam perjalanannya, sebuah organisasi ekstra mahasiswa cenderung menemui banyak permasalahan. Semakin tinggi jenjang organisasi ekstra mahasiswa yang diikuti, bukannya semakin bagus, justru semakin jauh dari nilai – nilai seorang organisatoris sejati.

Hal seperti ini sebenarnya sangat merugikan. Di saat negara sedang membutuhkan pembaharuan dari generasi muda untuk menjadi pemimpin bangsa yang disegani dan mumpuni. Kenyataan menunjukkan bahwa impian generasi muda yang militan agaknya sulit dicapai.    

Hasil dari perkaderan organisasi ekstra mahasiswa yang cenderung pada nuansa politik dapat dilihat dari munculnya kader – kader organisasi yang hanya mementingkan segi pencitraan diri dengan diikuti pengabaian dalam menjalankan prinsip kepemimpinan dan kemanajemenan organisasi yang baik dan benar. Semakin mudah dijumpai kader organisasi ekstra mahasiswa yang pandai berpolitik namun lemah dalam menunjang amanat dan aspirasi masyarakat. Sehingga yang terjadi adalah ketidak percayaan masyarakat terhadap partai politik. Hal ini seringkali diungkapkan dalam kalimat, “janji – janji politik, setelah terpilih, lupa pada janji sendiri.”

Kurangnya manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan organisasi ekstra mahasiswa dalam peningkatan kualitas individu mahasiswa sebagai organisatoris menyebabkan keengganan para mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan organisasi tersebut. Mahasiswa lebih memilih untuk mengikuti berbagai kegiatan organisasi intra atau pun organisasi swadaya yang disponsori pihak tertentu yang lebih bergengsi dan memiliki kualitas yang dapat dijamin.

Pencatatan keuangan yang tidak sistematis pada organisasi ekstra mahasiswa dan perihal ketidak kejujuran

Beberapa kasus penyalah gunaan dana diidentifikasi dilakukan oleh organisasi ekstra mahasiswa. Hal ini juga berkaitan dengan pengawasan yang lemah dalam hal keuangan. Berbeda dengan organisasi intra yang memperoleh dana dari pihak universitas atau pun fakultas. Organisasi ekstra mahasiswa mendapatkan pemasukan keuangan terbanyak dari para alumni dan juga iuran anggotanya.

Mungkin karena sifatnya sebagai organisasi ekstra kampus yang tidak memiliki lembaga pengawas keuangan sehingga menyebabkan pencatatan keuangan yang dilakukan tidak secara sistematis. Hal inilah yang pada akhirnya mendorong untuk terjadinya penyalah gunaan keuangan.

Yang lebih berbahaya adalah pendidikan keuangan. Ketika para pengurus organisasi ekstra mahasiswa telah terbiasa menggunakan keuangan organisasi dengan tidak secara sistematis. Yang terjadi selanjutnya adalah pemahaman tentang aspek kejujuran yang rendah. Dan mereka akan membiasakan diri untuk bersikap lalai dalam menggunakan keuangan organisasi. Padahal penggunaan uang organisasi tentu berbeda dengan menggunakan unag pribadi. Di organisasi seharusnya setiap pengeluaran memiliki bukti pengeluaran keuangan seperti nota pembelian misalnya. Sehingga dapat dipastikan bahwa keuangan organisasi berjalan aman dan mengantisipasi perbuatan penyalah gunaan keuangan.

Pendidikan keuangan yang lemah pada segenap aktivis dan organisatoris mahasiswa akan menghasilkan watak dan kepribadian yang tidak memerdulikan kejujuran keuangan. Para mahasiswa yang lalai cenderung akan bersikap menuruti dorongan pribadi untuk melakukan perbuatan penyalah gunaan keuangan. Sikap mental semacam ini perlu dijauhi. Sehingga harus diwaspadai oleh segenap aktivis dan organisatoris.

Apabila sikap lalai terhadap kejujuran keuangan ini tetap dipelihara maka akan berdampak buruk bagi Negara di masa yang akan datang. Para organisatoris mahasiswa yang nantinya bekerja di birokrat akan menjadi terbiasa dalam melakukan perbuatan penyalah gunaan keuangan.

Seperti kasus – kasus korupsi yang sejak agenda reformasi dijalankan menjadi musuh nomor satu. Banyak pejabat yang terlibat kasus korupsi. Kasus suap wisma atlet yang masih berjalan dan melibatkan para pejabat partai politik. Hal ini tentu tak dapat diteruskan. Karena kalau tidak, maka Negara akan terus dirugikan oleh ulah para pejabat dan anggota DPR yang tidak memiliki pengetahuan mengenai kejujuran keuangan.

Apabila segala sesuatu sudah menjadi mangsa dari politik. Dan kebenaran tak lagi dihiraukan. Maka kekacauan yang dialami Negara ini tidak akan dapat diselesaikan. Perlu pembelajaran yang sungguh – sungguh dari segenap organisatoris mahasiswa, baik intra maupun ekstra. Karena seperti yang sering dibaca dalam buku – buku kepemimpinan. Bahwa para pemuda adalah generasi penerus bangsa. Apabila pemudanya baik maka baiklah Negara itu. Begitu pula sebaliknya. Sebab kemajuan dan keruntuhan sebuah Negara akan terlihat dari kualitas pemudanya.

Mana yang Lebih Dekat: Jodoh Atau Kematian

 

Ria R. Dewanti

Dulu saat saya berumur 16 tahun, saya selalu berpikir bahwa usia saya tidak akan panjang. Saya menyangka bahwa bisa saja saya tiba – tiba mati. Karena tidak ada yang mengetahui kapan kematian datang.

Setiap hari saya selalu rajin belajar. Rajin sholat. Rajin mengerjakan tugas sekolah. Saya membayangkan ketika nanti saya mati. Pahala apakah yang saya bawa. Walau pada usia remaja tersebut seringkali saya bertengkar dengan mama papa saya. Seperti remaja pada umumnya, jiwa pemberontak saya sedang berkembang. Istilahnya pencarian jati diri.

Sebenarnya lucu juga kalau diingat. Ketika teman – teman saya sibuk pacaran, atau sibuk memilih pacar. Dan beberapa juga menyukai lawan jenis. Saya malah lebih suka diam. Tidak mau terlibat dengan urusan begitu. Menghabiskan waktu menurut saya.

Apalagi di sekolah sering diingatkan oleh guru – guru. Bahwa pacaran itu belum tentu menikah. Dan pernikahan pun dapat terjadi tanpa pacaran. Selain itu banyak akibat buruk yang terjadi apabila kita salah memilih pacar. Atau salah dalam berpacaran.

Tapi saya juga tidak menghiraukan nasehat seperti itu. Lagi pula siapa yang mau pacaran. Tapi akhirnya terbiasa juga mendengar nasehat, walau telinga jadi merah karena gusar. Saya pikir belum membutuhkan nasehat itu. Karena saya tidak punya rencana untuk pacaran atau pun menikah pada saat itu.

Saat kelas 1 SMU, teman sekelas saya ada yang menikah. Padahal umurnya sama dengan saya, yaitu 16 tahun. Saya menangis saat menghadiri pernikahannya. Saya tidak bisa membayangkan pernikahan itu bagaimana. Karena dalam benak saya, masa depan masih panjang. Sementara pernikahan itu sebuah ikatan. Bagaimana kalau pasangan ternyata tidak sesuai dengan kepribadian kita. Pasti menakutkan kalau sampai terjadi pertengkaran. Saya itu orangnya tidak betah bertengkar lama – lama. Kalau suka ya suka. Kalau tidak ya tidak. Maklum saat itu masih remaja. Dan emosi masih meledak – ledak.

Di sekolah saya saat SMU dulu. Jarang sekali ada siswa yang pacaran. Kalau pun ada jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Setiap hari selalu ada PR yang harus dikerjakan. Dan jumlahnya tidak tanggung – tanggung. Untuk matematika jumlah soal yang dikerjakan di rumah bisa sampai 100 soal. Fisika biasanya 20 soal tapi sulit – sulit dan harus ada gambarnya. Belum lagi kimia harus menghapal istilah – istilah.

Kalau diingat sejak saya SD, SMP, sampai SMU. Selalu saja ada teman saya yang meninggal karena kecelakaan. Padahal mereka seumuran dengan saya. Masih muda dan belia. Tapi mereka harus meninggal. Saya jadi ngeri kalau mengingat itu.

Memang benar jodoh dan kematian hanya Tuhan yang tahu. Kita hanya bisa berdoa agar bisa dikaruniai umur yang bermanfaat. Dan dapat memberikan hal positif bagi masyarakat.

Setelah saya berumur 23 tahun. Sekarang saya tersenyum kalau mengingat masa itu kembali. Saya mengerti tidak ada yang bisa lolos dari kematian. Kita tidak bisa memilih kapan harus mati. Di mana kita mati.

Seperti jodoh. Kita tidak tahu kapan jodoh akan datang. Dengan siapa kita berjodoh. Tapi kita dapat berusaha. Dan wajib berusaha. Untuk mempersiapkan datangnya kematian dan jodoh.

Saya selalu mengingat nasehat yang mengatakan barang siapa berbuat baik, akan mendapat kebaikan. Barang siapa berbuat buruk akan mendapat keburukan. Dan kita dianjurkan memohon ampun kepada Allah SWT dan berdoa agar selalu dilindungi dari segala mara bahaya.

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita. Aamiin.

 

Surabaya, 5 Februari 2012

Pukul 22.22 WIB