5 Kebiasaan Agar Lekas Mendapat Kerja

Oleh

Ria R. Dewanti

“Anda sedang mencari kerja,”

“Ingin tahu cara lekas mendapat kerja,”

“Simak artikel berikut ini. . .”

Ada beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan oleh para pencari kerja. Kebiasaan tersebut mencakup hal-hal yang dilakukan setiap hari dalam usaha untuk mendapat pekerjaan. Seperti jadwal sehari-hari dari bangun hingga tidur lagi. Apa saja yang menjadi kegiatan positif yang dapat meningkatkan nilai dari para pencari kerja. Maka patut untuk diketahui agar dapat menghemat waktu dan tenaga.

Kebiasaan-kebiasaan baik itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Selalu melakukan pembaharuan daftar riwayat hidup

Daftar riwayat hidup memiliki peran penting dalam menjelaskan identitas dan ketrampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja. Karena itu untuk mendapat kesan yang baik dari perusahaan yang dilamar, dianjurkan untuk membuat daftar riwayat hidup dengan semenarik mungkin. Perhatikan pula hal-hal yang akan dicantumkan dalam daftar riwayat hidup. Seperti identitas diri yang berisi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, asal universitas, fakultas dan jurusan, jumlah IPK, situs web (apabila ada) dan lain sebagainya.   

Selain itu perlu juga dicantumkan dalam daftar riwayat hidup mengenai pengalaman kerja (bagi yang telah bekerja sebelumnya), magang, prestasi yang diraih, karya tulis yang dihasilkan, kemampuan bahasa asing, kemampuan mengoperasikan computer, dan lain sebagainya.

2. Mencari informasi kerja di internet

Para pencari kerja sebaiknya aktif mencari informasi lowongan kerja melalui internet. Beberapa perusahaan mengadakan rekrutmen melalui pengajuan surat lamaran di internet. Ada beberapa situs pencari kerja di internet, antara lain:

gambar situs LKIT

situs LKIT merupakan salah satu situs pencari kerja yang dipercaya. Setiap hari selalu ada lowongan kerja terbaru yang tersedia di situa tersebut. cara mengajukan lamaran pun beragam. Ada yang melalui internet maupun lewat pos. selain menyediakan lowongan kerja, situs LKIT juga menyediakan informasi mengenai beasiswa ke luar negeri, perusahaan tambang, pegawai negeri sipil.

situs ini memiliki link terkait dengan LKIT. Bergerak dalam menyediakan informasi kerja. Situs lowongan kerja juga menyediakan berbagai jenis lowongan dari berbagai macam perusahaan maupun perbankan. Terkadang ada beberapa lowongan kerja yang sama antara situs LKIT dengan situa Lowongan Kerja tersebut.logo situs jobstreet

situs ini merupakan situs yang terkenal di asia. Situs jobstreet seringkali menjadi sponsor dalam bernbagai bursa kerja yang diikuti para pencari kerja. Semua lamaran dilakukan melalui internet. Para pelamar bisa memilih perusahaan yang ingin mereka lamar. Terdapat banyak pilihan dalam situs Jobstreet ini, dari bidang pekerjaan seperti kesehatan, hukum, akuntansi dan lain-lain, standar gaji yang diinginkan, posisi yang dilamar, serta berbagai spesifikasi yang sesuai antara pencari kerja dan perusahaan yang dituju.    

situs ini merupakan situs lamaran kerja milik chevron yang terbaru. Beberapa latar belakang pendidikan dibutuhkan di perusahaan tambang ini. Terutama yang banyak dicari adalah yang berasal dari tekhnik. Namun tidak menutup kemungkinan terhadap jurusan hukum, akuntansi dan lain-lain. Informasi tentang kebutuhan karyawan diumumkan dalam beberapa periode. Untuk mengetahui apakah jurusan anda sedang dicari oleh Chevron atau tidak, harus rajin dipantau setiap hari.

situs ini merupakan situs lowongan kerja di wilayah jawa timur. Yang mengelola situs ini adalah dinas sosial, transmigrasi dan tenaga kerja provinsi jawa timur. Kebanyakan perusahaan yang menginformasikan lowongannya, berdomisili di Surabaya dan sekitarnya. Sehingga hal ini akan memudahkan para pencari kerja yang berasal dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.

3. Selalu menjalin komunikasi dengan sesama pencari kerja

Para pencari kerja sebaiknya berusaha untuk menjalin komunikasi antara sesame pencari kerja. Misalnya aktif mengikuti forum diskusi para pencari kerja. Mengirim sms kepada sesame teman pencari kerja. Memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam mencari informasi dan kabar terbaru dari sesame pencari kerja lainnya.

Hal ini akan meningkatkan motivasi dalam mencari kerja. Juga menambah pengetahuan mengenai cara-cara atau bidang apa saja yang dapat ditelusuri oleh pencari kerja. Denagn menjalin komunikasi, akan diketahui cara-cara yang efektif dalam mencari pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan bakat dan minat.

4. Aktif mengikuti job fair di berbagai tempat

Bursa kerja atau job fair diadakan beberapa kali setiap bulan di berbagai tempat. Penyelenggara job fair bisa berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta atau bisa juga diadakan oleh pemerintah daerah  maupun provinsi. Masukkan lamaran yang sesuai dengan yang diminati pada saat mengikuti job fair. Tidak perlu putus asa apabila tidak mendapat panggilan setelah mengikuti job fair. Teruslah mencoba mengikuti bursa kerja berikutnya.

Yang perlu diwaspadai adalah beberapa perusahaan atau perbankan yang pernah dilamar pada saat job fair terkadang ada yang menggunakan sistem save. Dalam artian apabila pelamar pernah mendaftar sebelumnya di perusahaan tersebut, kemudian gugur pada suatu tahapan proses seleksi. Maka pada saat mendaftar yang kedua kalinya di perusahaan tersebut pada tahun yang sama, pelamar tersebut di black list alias gugur.   

5. Mengirimkan surat lamaran setiap hari

Mendapatkan kerja yang sesuai dan layak memang mebutuhkan proses dan tidak mudah. Oleh karena itu sebelum menemukan yang sesuai usahakan untuk tetap bersemangat memasukkan surat lamaran kerja di berbagai perusahaan setiap hari. Tidak ada hari tanpa mengirim surat lamaran kerja.

Demikianlah 5 kebiasaan baik yang dilakukan oleh pencari kerja. Ingatlah, pencari kerja yang baik adalah yang bermental baja. Jadi jangan mudah menyerah apabila menghadapi kesulitan atau belum mendapat panggilan kerja. Teruslah berusaha. Dan kuatkanlah doamu. Iringilah setiap usaha yang dilakukan dengan doa keselamatan agar senantiasa mendapat perlindungan dari yang Maha Pencipta.

Selamat mencari kerja!

 

Lulusan Sarjana Tidak Lekas Bekerja

salah satu bursa kerja (Job Fair) di Malang, Jawa Timur 01 Juli 2011.

“Di antara para sarjana yang diwisuda,”

“Tidak semua segera bekerja,”

“Mengapa bisa demikian.”

“Apa penyebabnya?”

Sebelum membahas lebih lanjut, mari ditelusuri alasan seseorang berkuliah di perguruan tinggi. Seorang mahasiswa dibekali tidak saja ilmu pengetahuan yang sifatnya akademik selama kuliah, namun juga pengetahuan non akademik lainnya. Pengetahuan akademik didapatlan dalam proses belajar mengajar di kampus pada suatu mata kuliah yang ditempuh dengan sejumlah sistem kredit semester (sks). Sementara pengetahuan non akademik didapatkan melalui banyak cara, diantaranya adalah dengan melibatkan diri secara aktif pada organisasi yang berada di dalam kampus (intra) maupun di luar kampus (ekstra). Beberapa tahun terakhir ini pun, banyak perguruan tinggi yang membekali para mahasiswanya dengan ketrampilan berwirausaha, dengan cara memberikan bantuan dana sebagai modal untuk mengembangkan ide kreatif dalam wirausaha yang mereka jalankan.

Beberapa pengetahuan yang diberikan kampus sebagai almamater tersebut bertujuan agar mahasiswa setelah lulus dapat menerapkan dan mengamalkan segala macam ilmu dan ketrampilan yang berhasil mereka dapatkan selama duduk di bangku kuliah. Tentunya diharapkan bahwa kemajuan dan tiungginya kualitas lulusan dapat membawa perubahan serta kesejahteraan yang lebih baik di masyarakat.

sebuah stan perusahaan di bursa kerja.

Kini yang menjadi persoalan adalah mengapa banyaknya lulusan sarjana yang dihasilkan perguruan tinggi dengan sejumlah ketrampilan yang dimiliki namun tidak semua lekas bekerja. Dalam hal ini perlu dipahami pula, jenis pekerjaan seperti apakah yang menjadi ukuran dari keberhasilan para lulusan sarjana ini. Untuk itu lebih jelasnya akan diuraikan dalam analisis di bawah ini. Terdapat beberapa jenis pencari kerja terkait dengan ketrampilan yang dimiliki, yaitu:

1. berketrampilan namun belum bekerja

biasanya hal ini dialami oleh para pencari kerja yang berjiwa idealis. Dalam artian para pekerja jenis ini menginginkan agar dirinya dapat bekerja di tempat yang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki dengan penghasilan yang sesuai pula. Sehingga mereka rela untuk meningkatkan kualitas diri mereka sampai mereka berhasil mendapatka pekerjaan yang sesuai.

2. berketrampilan dan sudah bekerja dengan mapan

ini adalah yang banyak diimpikan oleh para pencari kerja. Setelah menggunakan bertahun-tahun waktu kuliah untuk mengembangkan diri dengan berbagai macam aktivitas yang terkendali dan disiplin tinggi, pada akhirnya setelah bekerja mendapatkan pekerjaan yang mapan sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan yang mereka miliki serta penghasilan sesuai. Permasalahannya adalah berapa waktu yang dibutuhkan para pencari kerja ini agar mencapai keadaan yang demikian.  

3. berketrampilan dan sudah bekerja, namun ingin mencari kerja yang lebih baik

hal ini terjadi pada para pencari kerja yang sebenarnya telah memiliki pekerjaan namun karena beberapa hal berkeinginan untuk mencari kerja yang lebih sesuai. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dari para pekerja jenis ini, misalnya, penghasilan yang tidak sesuai, suasana kerja yang tidak nyaman, pekerjaan yang tidak sesuai minat dan bakat, dan lain sebagainya.  

4. berketrampilan dan tidak bekerja

beberapa lulusan sarjana ada yang memiliki ketrampilan tertentu namun tidak berusaha untuk mengamalkan kemampuan yang dimilki. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal. Misalnya situasi yang tidak mendukung, tidak didukung oleh keluarga, memiliki motivasi yang kurang untuk bekerja, ada keinginan untuk mengandalkan orang lain sebagai pemenuh kebutuhan hidup sehingga dirinya tidak perlu bekerja, dan lain sebagainya.  

5. tidak berketrampilan dan tidak bekerja  

hal ini mungkin sangat bertolak belakang dengan misi pencari kerja. Karena pada jenis ini, para lulusan sarjana selama kuliah tidak mau atau memiliki motivasi yang kurang untuk menempa diri dengan berbagai ketrampilan. Sehingga pada saat lulus mereka tidak hanya minim kemampuan namun yang jauh lebih parah lagi adalah kekurangan etos kerja untuk berusaha memenuhi kualifikasi yang diminta dalam lapangan kerja. Apabila tidak diperbaiki, para lulusan jenis ini akan mengalami kesulitan untuk berkarya ataupun bekerja di kemudian hari.

Berikut tadi adalah ulasan mengenai bermacam jenis pencari kerja beserta kualitas ketrampilan yang dimiliki. Berdasarkan ulasan tersebut terdapat beberapa fase agar para pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan. Jadi, tidak semua lulusan sarjana yang diwisuda lekas mendapat pekerjaan. Dan belum tentu juga, para lulusan yang telah bekerja mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Oleh karena itu diperlukan semangat yang tinggi dan pantang menyerah untuk berusaha dan berkarya hingga menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki. Pada akhirnya dapat dimengerti bahwa bekerja bukanlah sekedar mencukupi kebutuhan hidup namun juga untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Dengan begitu kebahagiaan lahir dan batin akan diperoleh para pekerja tersebut.

Selamat mencari kerja!          

para pencari kerja sedang berjubel di stan-stan bursa kerja.