Oleh
Ria R. Dewanti
Semangat hidup pada manusia dapat berlangsung naik turun seperti roller coaster. Yang dibutuhkan adalah sesuatu yang dapat memompa semangat kembali. Tentunya hal itu merupakan hal yang berkesan dan menyenangkan hingga dapat membuat motivasi untuk beraktivitas kian cemerlang.
Bagi mereka yang menyenangi tanaman hijau serta tumbuh-tumbuhan. Menikmati alam yang indah tentu menimbulkan motivasi tersendiri. Tidak sekedar memandang indahnya warna hijau yang menyejukkan pandangan. Namun sebenarnya, tanaman-tanaman tersebut menyimpan pelajaran hidup yang berharga bagi manusia yang melihatnya.
Seperti bunga Kamboja Jepang. Beberapa orang menanam bunga Kamboja Jepang di pekarangan rumah karena kemudahan untuk merawatnya. Tanaman ini memang tidak perlu sering-sering disiram. Tetapi tahukah anda, bahwa tanaman Kamboja Jepang memiliki daya tarik dalam memahamkan arti hidup pada manusia sekitarnya.
Bunga Kamboja Jepang bentuknya memanjang dan memiliki bermacam warna. Warna tersebut ada yang merah terang, merah muda, putih dan lain sebagainya. Warna yang indah mengingatkan pada kehidupan. Hidup manusia apabila dihayati dan dimaknai dengan baik akan terasa indah. Namun seperti Kamboja Jepang, usianya tidak panjang di dunia ini. Sekali bunga Kamboja Jepang tumbuh, mekar kemudian gugur jatuh ke bumi. Begitu pula dengan hidup manusia, yang singkat. Di dalamnya diisi dengan hal-hal yang berguna. Hingga pada suatu saat nanti kematian menjemput. Bau harum yang ditinggalkan dapat dinikmati oleh lingkungan sekitar.
Tuntas sudah arti hidup yang diemban. Mekar dengan indah, mati dan gugur pun membawa keindahan. Semua mengandung sebab dan akibat. Bunga Kamboja Jepang yang dirawat dengan baik, diberikan cahaya yang cukup, air yang tepat takarannya, maupun pupuk seperlunya, akan menjadi bunga yang sehat. Tetapi sebaliknya, bunga Kamboja Jepang yang tidak dirawat dan diperhatikan pola tanamnya akan layu dan tampak tidak indah.
Begitu pula dengan gugurnya bunga Kamboja Jepang. Semua membawa makna tersendiri. Apabila bunga Kamboja Jepang harus gugur, maka biarlah ia gugur dengan meninggalkan keindahan yang dapat dikenang. Janganlah bunga Kamboja Jepang yang indah itu gugur sebelum waktunya. Ibarat kematian pada seorang manusia. Idealnya seorang manusia diberikan waktu hidup di dunia untuk berbuat kebaikan semampu dan sebanyak-banyaknya. Menghadapi segala persoalan dan tantangan hidup harus dengan semangat dan jiwa besar. Tidak mudah putus asa. Suatu ketika kematian datang menjemput, maka mnusia tersebut akan merasa puas. Karena baktinya di dunia telah dia lakukan dengan sebaik mungkin sesuai kemampuan dirinya.
Hiduplah dengan indah. Gugurlah dengan mulia. Semoga rintangan macam apapun tidak mengganggu keindahan batinmu. Sehingga dirimu dapat menemukan arti hidup dengan memperoleh pembalasan yang terbak nantinya dari sang Pencipta keindahan.
Selamat bertumbuh Kamboja Jepang!





