Kisah Sukses Moving On

Ria R. Dewanti

Setiap orang pasti punya masa lalu. Diantaranya ada yang masih mengganjal di dalam hati. Rasanya masih belum beres. Sangat mengusik perasaan dan pikiran. Banyak orang mengatakan move on. Tapi hanya sedikit yang berhasil dengan selamat melakukannya. Biasanya moving on itu membutuhkan waktu yang lama. Sesuai dengan sebesar apa kita menaruh rasa terhadap masalah itu.

Saya ingin berbagi mengenai cara untuk berhasil moving on. Dalam arti bagaimana caranya untuk merelakan. Menerima segala yang kita alami di masa lalu. Segala kata-kata, perbuatan yang ditujukan orang lain pada kita. Mari dimaafkan semuanya. Saya tahu ini tak mudah. Saya sendiri butuh waktu beberapa tahun untuk melakukannya dengan sempurna. Dan Alhamdulillah, saya merasakan kedamaian yang luar biasa saat ini. Saya terhenyak setelah saya menyadari bahwa diri saya telah jauh berkembang lebih pesat dibanding dahulu saat saya menderita perasaan itu.

Masalah ini begitu rumit. Ada banyak hal yang saling terkait. Hingga saya kebingungan untuk menyelesaikannya dari mana dulu. Saya yakin sejak awal kalau ini bukan tentang asmara, percintaan dan sejenisnya. Saya merasa tidak mungkin kalau saya suka dengan orang itu. Saya merasa seperti kasihan pada dia. Seperti saudara mungkin. Perasaan kasihan yang berlebihan bisa jadi berbahaya. Ini kesalahan saya. Namanya best friend complex. Virus mematikan untuk persahabatan.

Saya sering menangis karena kesalah pahaman antara kami berdua. Benar-benar tertekan. Dan ini terjadi hampir 3 tahun. Kalau kalian punya sahabat karib yang sangat menyenangkan. Lalu kalian bertengkar. Tak tahu apa sebabnya. Kemudian saling benci satu sama lain. Paling menyakitkan adalah saat dia mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan dan merendahkan pada saya. Dia membuat saya menangis berhari-hari. Saya berusaha keras memperbaiki persahabatan kami. Namun segalanya makin memburuk. Saya menghapus semua akun profil dirinya di mana pun. Saya membatasi komunikasi dengannya. Saya berusaha menenangkan diri. Saat itu saya berusaha mencari apa artinya ini. Mengapa kami berdua bagaikan musuh. Padahal dulu kami saling menolong satu sama lain. Tak dipungkiri saya bersedih. Saya merasa kehilangan seorang sahabat.

Tapi kemudian pengalaman hidup ini menjadi sebuah tantangan yang menghebatkan. Saya ingat satu tahun yang lalu saya begitu terisak mengingat perbuatannya pada saya. Tapi saat ini saya malah merasa begitu tenang dengan membayangkan dia bahagia dengan hidupnya. Dan saya bahagia dengan hidup. Kami berada pada jalur masing-masing. Saya masih membatasi komunikasi dengannya. Tapi dalam hati saya telah menerima semua kenyataan ini. Begitu indah. Semua air mata, tawa, sedih, bahagia, benci dan cinta persahabatan.

Ternyata ini hanyalah soal bestfriend complex. kalau saya meninggalkannya, ini bukan berarti saya benci. Tidak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Ini bukan pertandingan. Kami adalah sahabat. Selamanya saya harap bisa menjadi seorang teman yang baik.          

Masa lalu tidak dapat diubah. Betapa pun kerasnya saya ingin hubungan saya kembali seperti dulu dengannya. Saya sadar bahwa ini tidak bisa. Saya harus meninggalkan dan melepaskan. Pernah suatu ketika emosi begitu menguasai. Air mata tak tertahan. Kebencian begitu besar. Tapi semua adalah soal waktu. Saya berhasil melampaui penderitaan ini. Saya tahu sekarang tentang penyebabnya dan penyelesaiannya. Kuncinya ada pada kesabaran dan sholat. Sabar selama 3 tahun walau hati begitu gundah. Sedih, ragu, berduka, tapi akhirnya . . fiuh . . lega juga. Saya senang keputusan untuk menjauh darinya adalah keputusan yang tepat. Bersikap tegas akan mendekatkan kita dengan kesuksesan.

Situasi ini membawa banyak perubahan pada diri dan hidup saya. Saya tidak boleh takut. Biarlah ini menjadi kehendak Allah SWT. Biarlah saya serahkan semuanya hanya pada-Nya. Saya bersyukur atas segala karunia yang Dia berikan untuk saya. Masalah ini merupakan teguran sekaligus berkah tersembunyi. Suatu saat nanti saya pasti akan tahu. Bahwa ketentuan Allah SWT adalah yang terbaik.

Selama ini menulis telah menjadi seorang teman terbaik untuk menghadapi saat-saat paling sulit dalam hidup. Tidak terduga semua telah mengubah saya menjadi sosok baru yang lebih tegar dari sebelumnya. Ada banyak waktu luang untuk mewujudkan mimpi-mimpi. Selalu ingat untuk bersyukur. Bahwa saat satu pintu telah tertutup maka pintu lain tengah terbuka. Lihatlah dan rasakan.

Selamat moving on!

Tetap Semangat Berkarya Walau Patah Hati

Cover of "Legally Blonde"

Cover of Legally Blonde

Ria R. Dewanti

Ini adalah kisah tentang patah hati. Suatu kisah yang dialami anak manusia. Masing-masing orang memiliki persepsi berbeda dalam menyikapinya. Apa yang seharusnya dilakukan ketika patah hati. Apa yang dilakukan setelahnya. Apa yang terjadi setelah kita patah hati.   

Setiap insan punya kisah. Bagaimana dengan diri kita. Mari kita simak kisahnya . .

1.      Tokoh Zainuddin dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA

Pria ini mengalami patah hati. Gadis yang ia suka menikahi pria lain. Berhari-hari lamanya ia menangisi masa-masa penuh kenangan bersama pujaan hatinya. Setiap kali ia mengingat, hatinya menjadi terenyuh lalu mengalirkan butiran air di pipinya. Dia mengutuk dirinya yang lemah dan tak berdaya. Hingga suatu ketika ia lelah dalam ratapan dan penantian. Rasa sakit yang dia derita, rasa cinta yang tak tersampaikan, semua menjadi motor untuk merubah hidupnya.

Di suatu malam, ia mengetikkan huruf pertamanya dalam selembar kertas. Ia mengisi waktu luangnya dengan ketikan itu. Bermalam-malam lamanya. Kisah cintanya menjelma menjadi lembaran karya. Hingga buku pertamanya berhasil diterbitkan. Serta merta hidupnya menjadi terbalik. Dia yang dulunya bukan siapa-siapa. Kini telah menjadi seorang novelis yang dikenal.

(novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, tokoh utama bernama zainuddin).

2.      Tokoh Elle Woods pada Film Legally Blonde

Dikisahkan bahwa seorang gadis pirang menyukai seorang pria yang kuliah di fakultas hukum universitas Harvard, Amerika Serikat. Untuk mendapatkan perhatian dan cinta dari pria itu, si gadis rela berjuang mati – matian untuk belajar agar di terima di universitas Harvard. Dan ternyata setelah si gadis diterima di universitas tersebut, dia menyadari bahwa sang pria telah memiliki seorang tunangan. Pria tersebut membuat sang gadis patah hati. Tapi gadis itu tak menyerah dan tak ingin perjuangannya sia – sia. Ia berusaha keras agar dapat menjadi mahasiswa berprestasi di fakultas hukum universitas Harvard.

Pada akhirnya ia meraih impiannya di universitas Harvard. Lalu sang pria menemuinya dan memohon agar sang gadis menerima cintanya. Namun sang gadis hanya berlalu. Ia telah memaafkan dan melupakan pria tersebut.

Setelah membaca cuplikan 2 kisah patah hati di atas. Hal – hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah jangan putus asa walau pun patah hati. Jangan mengira dunia sudah berakhir hanya karena kita kecewa atas perlakuan yang tidak memuliakan dari orang yang kita sayangi. Tetaplah semangat dan berkarya. Mohonlah pada Tuhan agar mengaruniai kesabaran. Cinta sejati akan datang pada saatnya nanti. Untuk mencapainya marilah kita muliakan diri kita melalui karya dan hasil yang bermanfaat. Agar pada saat – Nya nanti kita telah siap untuk berdampingan dengan dia yang direncanakan Tuhan untukmu.

Selamat berkarya, tetap semangat!

Surabaya, 31 Januari 2012

Pukul 13.49 WIB  

   

Jangan Mempermainkan Hidupmu

Capung merah, salah satu serangga yang hidup d...

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Entah apakah kita sungguh paham mengenai arti waktu atau tidak. Tapi jelas sekali bahwa sebagian besar dari kita merupakan orang – orang yang suka menyia – nyiakan waktu. Mungkin kita mengira seolah hidup kita tak berakhir. Seolah kesenangan hidup dapat kita raih. Atau mungkin kita tak mengerti arti hidup itu.

Sebenarnya mudah saja untuk mengartikan hidup. Hidup adalah waktu, serangkaian waktu yang membentuk pengalaman dari makhluk hidup. Bisa kita bayangkan bila manusia hidup tanpa waktu. Yaitu tanpa melewati hari ini, esok, atau kemarin. Jadi kita berada dalam bentuk seperti itu saja. Bayi saja, remaja saja, atau dewasa saja. Tanpa waktu mungkin tidak ada jasad/fisik. Karena manusia sebenarnya memiliki 2 hal yaitu ruhani dan jasmani. Ruhani yang dimiliki manusia merupakan energy yang tak dapat dimusnahkan. Sehingga dengan demikian, ruhani kita tak dapat musnah. Walau tubuh fisik dapat hancur. Perpisahan antara tubuh fisik dan ruhani adalah kematian.

Karena kematian adalah sesuatu yang pasti bagi setiap insan yang hidup. Maka sewajarnya apabila seorang insan yang pandai mampu mempersiapkan dirinya dalam menghadapi kematian dan kehidupan sesudah mati nantinya.

Telah jelas bukan. Bahwa hidup adalah kesempatan terbesar yang kita punyai. Saat ini kita dapat merasakan waktu, kini, kemarin, dan esok, adalah karena kita masih hidup. Saat kita mati, ruh kita berpisah dengan tubuh fisik. Maka tak ada lagi makna hidup dan waktu yang kita rasakan.

Sementara kita tak pernah tahu kapan kematian itu tiba. Kita tak pernah dapat menghitung dengan baik, apakah kegiatan yang kita lakukan dalam hidup ini telah sempurna atau belum. Lebih sering kita terlena oleh apa yang menarik di atas bumi dan segala penghias dunia. Kita lupa seringkali pada amalan yang akan kita bawa setelah kematian.

Tanpa sadar kita telah menjadi para manusia yang senang mempermainkan hidup. Menikmati hidup dengan kegiatan yang sia – sia dan tidak bernilai pahala di hadapan Ilahi. Seringkali kita lalai dan lupa.

Entahlah berapa lama waktu yang kita miliki. Hingga kita dapat menemui kematian. Bisakah kita sadar terhadap segala kesalahan dan kerugian yang kita lakukan.

Padahal melupakan waktu adalah kerugian terbesar yang pernah dilakukan oleh umat manusia. Termasuk di dalamnya melakukan hal – hal jahat dan tercela yang cenderung menyia – nyiakan hidup.

Sebelum azab datang dan mengingatkan kita. Marilah kita introspeksi diri kita masing –masing. Semoga Allah SWT mengampuni dosa dan berkenan memberikan pertolongan pada kita untuk menghadapi kesulitan hidup. Amin.

Selamat memanfaatkan waktu!

Pasuruan, 28 Januari 2012

Pukul 21.57 WIB

 

 

Sahabat yang Palsu

I Miss My Friend (song)

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Hanya waktu yang akan membuktikan kuatnya ucapan dan kesungguhan kata – kata yang dimiliki seseorang. Waktu akan menunjukkan watak seorang pembohong dan seorang bijak. Mereka yang memiliki ketulusan dan kesetiaan pada yang benar akan menguasai waktu. Namun mereka yang senang berbohong dan berdusta akan tergilas oleh waktu. Sahabat serta teman sejati akan datang setelah diuji oleh waktu. Begitu pula dengan teman yang pendusta akan segera ditinggalkan dengan berlalunya waktu.

Apabila ingin menguji karakter seseorang, ingatlah baik – baik saat pertama kali berjumpa. Lalu perhatikan saat dirimu berpisah dengannya. Adakah kesamaan atau perbedaan. Ketahuilah bahwa watak dan karakter seseorang itu sulit berubah. Dalam hidup sangat penting untuk belajar mengetahui watak mereka. Jangan sampai kita keliru menafsirkan seorang penipu sebagai filsuf. Berbahaya sekali. Ini akan mempertaruhkan kehidupan dan kebahagiaan kita seumur hidup.

Dan yang perlu diingat adalah ketenangan dan ketegasan diri untuk memutuskan dan mengikuti prinsip hidup. Jangan tergoda untuk merasa iba dan kasihan kepada seorang penipu. Karena sekali dirimu percaya maka dia akan makin menjadi dalam mencengkeram leher dan jiwamu. Ingatlah bahwa seorang penipu akan mencari ratusan cara agar dirimu terpikat pada bujukannya. Mintalah pertolongan pada Tuhan agar menunjukkan siapa sahabat sejati yang sebenarnya.

Seorang yang berjiwa kesatria sejati tidak akan pernah main – main dengan apa yang diucapkannya. Dia tak akan sembarang berkata. Karena dia paham besarnya nilai sebuah tindakan di hadapan Tuhan. Bukan karena hasrat semata. Inilah yang akan membedakan mereka yang palsu dengan mereka yang asli. Perhatikan seseorang yang suka melemparkan janji dan ucapan ke mana saja. Lihatlah adakah seluruh ucapannya menjadi kenyataan. Adakah ketulusan dia miliki saat mengucapkan kata – kata.

Seorang yang bijaksana tidak akan sembarang dalam berucap. Dia tak akan berusaha mengecewakan hati dari sahabat – sahabatnya. Bila seseorang berusaha mengecewakan orang lain demi mengambil keuntungan atau pun karena suatu gurauan maka dia tak dapat dikatakan bijaksana.

Berhati – hatilah dalam memilih sahabat. Pada akhirnya kita dapat mengetahui apabila kita mau membuka mata lebar – lebar. Mana yang dusta dan mana yang jujur akan kelihatan. Teruslah belajar. Jangan lupakan doa. Hatimu akan menunjukkan mana yang terbaik untukmu. Jadilah orang baik. Maka engkau akan dipertemukan dengan mereka yang baik hatinya. Amin.

Selamat menilai!

Jangan Mencinta Karena Iba

Deutsch: Sioux tipi English: Sioux teepee

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Mungkin perasaan yang bernama cinta dapat tumbuh karena berbagai cara dan alasan. Tetapi sebaiknya bukan karena iba. Karena iba akan meniadakan batas tipis antara cinta dan tak cinta. Kita akan tersesat dalam suatu perasaan mengasihi namun bukan yang menyebabkan kebahagiaan. Perasaan yang menyesakkan di dada dan tak dapat kita selesaikan dengan mudah. Kecuali kita berani mengakhiri dengan tekad yang lebih besar. Bukan dengan kebaikan yang salah diterima.

Rasa iba bisa muncul karena salah satu pihak memulai dengan mengutarakan perasaan. Perasaan yang bisa saja muncul dalam suatu persahabatan. Tetapi yang harus diingat adalah terkadang untuk mencintai seseorang kita harus kehilangan seorang sahabat. Dan yang lebih berbahaya adalah kita kehilangan keduanya. Karena perasaan yang salah diterapkan dan salah dipahami dapat menyebabkan kita kehilangan seorang sahabat dan juga kekasih dalam waktu bersamaan.

Saat kita merasa iba kepada sahabat, saat itu pula kita mulai waspada. Tetapi ternyata perasaan cinta begitu halus. Merasuk melalui segenap penjuru hati – hati. Karena pertemuan dan perasaan yang tak dapat dihindari. Semakin kita pergi, semakin kita dekat. Namun akhirnya, perasaan ini pun harus diuji. Apakah kita akan lanjutkan atau akan menghentikan. Saat kita melanjutkan dengan bijaksana, maka akan kita dapatkan seorang kekasih. Namun bila kita menghentikan maka kita akan kehilangan seorang sahabat.

Dengan segala pertimbangan, kita akan berusaha mengenal kedalaman pribadi dan karakter dari sahabat kita. Kita amati dan perhatikan baik – baik tentang perasaan kita padanya. Kita pikirkan lagi apa yang menyebabkan kita menyukainya. Kita begitu berhati – hati untuk mengetahui nama perasaan itu. Agar nantinya tak ada kesalah pahaman yang akan mengganggu persahabatan.

Namun bisa jadi, selanjutnya yang lebih kita kenal adalah kejahatan sahabat kita. Sekalipun  kita tak menginginkan hal ini untuk terjadi. Mungkin hati kita akan terluka demi menemui kebenaran yang sesungguhnya. Segala perbuatan yang dilakukan sahabat kita ternyata berbeda dengan yang kita kira. Lalu kita kecewa. Namun kita tak ingin mengecewakan sahabat. Kita merasa iba. Tapi tak ingin sahabat mengetahuinya. Kita memperhatikan sahabat. Namun kita tak ingin sahabat mengetahui. Itu semua karena kita belum merasa yakin dengan perasaan ini. Khawatir bila tak sesuai harapan.

Hingga hal terburuk yang kita takutkan terjadi juga. Kita mencintai sahabat karena berawal dari rasa iba. Kita mengawalinya dalam kesunyian. Maka saat rasa itu berakhir. Kita pun mengakhirinya dengan kesunyian pula. Namun saat berakhir, kita menyadari bahwa perasaan pada sahabat telah berbeda. Persahabatan menjadi retak. Dan kita tak siap untuk segera memulihkannya. Kita butuh waktu untuk menyembuhkan perasaan walau mungkin tak bisa seperti dulu lagi.

Semoga ada pengertian antara dua orang sahabat yang salah dalam mengartikan perasaannya. Semoga jalinan persahabatan dapat utuh walau mungkin mereka harus belajar menjadi dewasa. Semoga belum terlambat untuk memperbaiki diri.

Salam persahabatan!

Pasuruan, 23 Januari 2012

Pukul 08.41 WIB

Kebulatan Tekad Untuk Maju Terus Pantang Mundur

English: Errochty Water goes through stone gat...

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Kalau melupakan lebih mudah dari pada mengingat. Apabila melangkah menuju masa depan lebih baik dari pada melihat terus ke belakang dan masa lalu. Kalau memafkan lebih mudah dari pada terus memendam.

Mengapa tidak kita maafkan. Mengapa tidak melangkah ke masa depan. Mengapa tidak kita lupakan saja masa lalu.

Ada kalanya keputusan yang diambil dengan tegas saat ini akan menjadi penentu bagi kemuliaan dan kebaikan di masa depan. Setelah mempertimbangkan segala baik dan buruk, segala sebab dan akibat, sebuah keputusan harus segera diambil. Luka harus diobati. Agar sembuh.

Agar bisa melupakan, memaafkan, dan meninggalkan masa lalu. Ada baiknya bila kita menjauhkan diri dari segala hal yang mendekatkan kita pada masa lalu tersebut. Menghapus nomor telepon, menghapus dari media sosial, menjaga jarak serta membatasi komunikasi. Ada kalanya kita merubah kebiasaan kita untuk bisa menjadi diri dan pribadi yang diharapkan.

Tak mau lagi memikirkan masa lalu. Hanya ingin konsentrasi pada masa depan serta membangun jalinan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Berusaha belajar dari pengalaman dahulu. Untuk kemudian menjadi pribadi yang bahagia dengan masa depan cerah serta member kontribusi bagi kebaikan masyarakat.

Ini mirip dengan kisah Xiang Yu. Seorang komandan pasukan pada peperangan antara Negara Zhao dan Negara Qin. Saat itu karena dikepung pasukan lawan, ia memutuskan untuk menenggelamkan perahu dan memecahkan periuk. Sehingga mental dan semangat pasukan menjadi termotivasi untuk bertempur. Pada akhirnya, pasukan Xiang Yu yang berjumlah 20.000 pasukan berhasil menumbangkan pasukan lawan yang jumlahnya 100.000 pasukan.

Dari cerita tersebut, yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah bahwa pertimbangan yang jeli serta keputusan yang tepat dapat menyelamatkan pasukan yang kita miliki. Kemenangan dapat diraih karena ketepatan pengambilan keputusan oleh komandan. Sekali pun kalau dilihat dari segi jumlah, ada keraguan untuk menjadi pemenang. Namun ternyata dengan keteguhan hati dan kebulatan tekad pasukan Xiang Yu yang jumlahnya sedikit mampu memenangkan pertandingan.

Anggaplah masa lalu adalah pasukan lawan yang hendak mengepung kita. Seolah kita akan kalah dan segera musnah. Kemungkinan untuk menang begitu kecil hingga menyiutkan nyali. Tapi seperti pasukan Xiang Yu, kita tak boleh menyerah. Tetap harus berani menghadapi masa depan dengan segenap hati dan kebulatan tekad.

Ayo, jangan menyerah!

Pasuruan, 23 Januari 2012

Pukul 00.24 WIB  

 

 

Kamu Beruntung

English: Sanderlings, Calidris alba and a seag...

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Menurutku kamu beruntung. Sekalipun hal itu bukanlah keputusan yang baik, namun pasti itulah yang terbaik. Ingatlah ketegasanmu hari ini akan menentukan keberhasilan masa depanmu esok nanti.

Kamu sudah siap. Itu yang ingin kukatakan. Kemarin adalah saat dirimu belajar. Mengetahui dan mengalami akan membuatmu makin kaya dan dewasa. Kamu telah berhasil mengalahkan keraguan dan ketakutanmu.

Tidak. Janganlah bersedih seperti itu. Satu – satunya yang membuatmu begitu bersedih adalah karena dirimu masih belum yakin pada kejahatannya. Percayalah. Dia tak baik.

Seperti yang selalu kukatakan. Hatimu terlalu baik untuk mengasihi seorang yang tidak tulus. Ingatlah bahwa hati selalu menunjukkanmu jalan yang benar. Kamu telah merasakannya sejak awal. Tidak. Janganlah bersedih. Jalanilah hidupmu dengan baik. Kelak kau akan mengetahui. Yang terbaik telah dipersiapkan Tuhan untukmu. Bukankah kita tahu bahwa tugas kita hanya berusaha, berdoa serta bertawakal pada pemberian – Nya. Percayalah. Yakinlah. Keberanianmu sedang diuji.

Tak mengapa. Tak apa – apa. Dirimu telah lakukan yang terbaik. Berjalanlah terus. Temukan kebahagiaan di sana. Takdirmu telah menunggumu.

Masa lalu telah usai. Sungguh tak seharusnya dirimu kecewa. Bahagialah. Perjuanganmu tidak akan sia – sia. Tuhan mendengar semua permohonanmu. Teruslah berdoa. Bersabarlah.

Hatimu akan sembuh sedikit demi sedikit. Hingga di masa yang akan datang, engkau akan takjub pernah mengalami hari kemarin. Jangan khawatir. Tenanglah.

Mari persiapkan keberhasilan dan kemenangan gemilang. Bukankah itu yang kau citakan sejak lama. Mari ingat kembali niat tulus itu. Mari ulang kembali keikhlasan itu. Marilah.

Jangan pernah buang waktumu untuk melihat ke masa lalu. Masa depan akan setia menantimu. Sambutlah dengan gigih dan senyuman. Seperti biasa.  

Kuulangi sekali lagi. Kamu beruntung. Kamu sungguh beruntung. Saatnya akan tiba. Dirimu akan mengetahui dengan segera. Optimislah. Dia yang telah dipersiapkan untukmu telah menunggu kedatanganmu.

Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tuhan yang paling penyayang di antara semua yang penyayang. Bersyukurlah. Sebutlah nama Tuhanmu sebanyak – banyaknya.

Pasuruan, 20 Januari 2012

Pukul 22.17 WIB

Perasaan yang Melelahkan

English: Carmel by the sea, California

Image via Wikipedia

Ria R. Dewanti

Pada akhirnya kita semua akan merasakan hal ini. Tak satu pun dapat menghindari. Pada saat itu terjadi, tetap tenanglah. Sabarlah sambil memohon pertolongan pada Tuhan.

Perasaan itu sangat melelahkan sekali. Sebelum merasakannya tentu lebih baik bila kita bersiap dahulu. Walau mungkin, bahkan mengartikannya pun tak bisa. Kita harus optimis dalam menjalaninya.

Atau mungkin memang rasa semacam itu tak perlu diartikan. Karena tak seorang pun mampu mendefinisikannya. Tiap kali ada orang yang berusaha mengartikan. Pasti akan datang seribu arti lainnya dengan makna yang sama. Kita hanya akan berusaha menebak-nebak. Menduga-duga terhadap tanda-tanda atau sinyal-sinyal. Dan kita tetap bertanya. Seolah tak pernah puas dengan jawaban yang ada.

Waktu adalah penentu. Akankah perasaan ini sampai. Atau hanya terombang-ambing di tengah badai lantas karam tak bertujuan. Masa yang akan memberi batas. Bagi kita untuk secepatnya memahami. Lalu bergelut dengan gejolak batin. Perasaan menyiksa. Hati yang remuk. Sekalipun perasaan itu berbalas. Rasa sakit itu tetap ada. Dan kita semakin bingung dibuatnya.

Hari berganti hari. Malam demi malam. Dan tahun pun berlalu. Kita begitu berduka atas nama rasa yang tak juga terdeteksi. Suasana hati tak kunjung reda. Mengartikannya tak semudah yang dibayangkan. Kita mencari di sudut ingatan. Di antara sejuta kenangan. Sejak kapankah rasa itu tinggal. Namun kita tak cukup yakin kapan tanggal pastinya.

Di saat mengalami hari-hari yang galau itu. Sejenak kita hirup udara segar. Syukuri karunia Sang Pemberi rasa. Renggangkan urat nadi yang keras dan tegang. Mengakui nikmat-Nya. Segala Kebesaran-Nya.

Perlahan kita ikuti petunjuk itu. Kita lepaskan segala kegelisahan di antara samudera keikhlasan sang Pemberi kehidupan.

Air mata itu nyata. Kata-kata itu pun nyata. Begitu juga rasa itu.  

Bila dia tak berbentuk dan tak terdefinisikan. Apakah lisan terkunci untuk menyebutnya. Segala penderitaan berawal dari sebuah sebab. Maka jadikanlah derita ini sebuah jalan menuju kelapanganmu. Bersama kebahagiaan yang engkau pilih. Menuju keridhoan dan pengharapan yang pasti akan sampai. Di sisi-Nya semua kan bermuara. Di sana lah penghabisan yang di tuju.

Surabaya, 18 Januari 2012

Pukul 02.27 WIB

Keberanian Untuk Menyatakan Isi Hati

Indah Langit Tuhan

Ria R. Dewanti

Tiba-tiba saja ingin menulis tentang kasih tak sampai. Ada yang tahu makanan apa itu. Hehe . . sebenarnya saya sendiri pun merasa kurang pas dengan definisinya. Tapi kurang lebih yang dimaksud kasih tak sampai adalah perasaan kasih kepada seseorang yang karena suatu hal tak dapat disampaikan.

Hmm, mungkin ada beberapa dari kita yang pernah mengalaminya. Ternyata susah juga ya berkomunikasi itu. Padahal kalau dipikir lagi, sebenarnya hanya tinggal mengatakan saja. Tapi masih banyak juga orang – orang yang tidak berani menyatakan.

Kebalikannya adalah orang yang suka gombal dan mengatakan kata – kata rayuan yang sebenarnya tidak dia alami. Semakin terlihat bukan. Betapa mudahnya mengatakan perasaan yang tidak sebenarnya, bercanda, atau merayu orang yang tidak dikasihi. Namun sulit sekali untuk mengatakan sebuah kata kepada seseorang yang sebenarnya dikasihi.

Mungkin ini juga yang disebut dengan ‘kualat’ (dalam bahasa jawa artinya mendapat kutukan atau kena batunya). Itu sebabnya kita tidak boleh sembarangan berkata kepada orang lain dengan tujuan yang tidak benar dan tidak baik. Sembarangan mengucapkan rayuan atau kata – kata yang membawa harapan pada orang lain. Karena bila orang tersebut sungguh-sungguh berharap. Kita tak pernah tahu bagaimana kecewa dan sakit hati seseorang yang telah kita beri harapan. Namun semuanya hanya kepalsuan belaka.

Suatu ketika kita sungguh-sungguh menyukai seseorang. Mengasihi dengan tulus. Namun kata-kata itu hanya tertahan di tenggorokan. Tidak diungkapkan. Tidak pernah dikatakan pada orang yang kita kasihi. Hingga kemudian dia salah paham. Lalu menghindar dan pergi. Sementara kita yang menyimpan rasa itu menjadi kecewa dan bersedih di kemudian hari.

Berbicara soal kasih tak sampai. Saya jadi ingat tentang novel dan lagu atau pun film yang bercerita tentang orang yang saling menyukai namun tidak ada yang berani menyatakan. Susah memang. Menyedihkan seperti di cerita roman. Bahkan penonton dan pembaca pun akan berurai air mata. Gemes dan geregetan. Padahal sama-sama suka, tapi mengapa tidak ada yang memiliki sedikit keberanian untuk menyatakan.

Lalu karena takut mengatakan. Akhirnya bersembunyi di balik nama Tuhan. Biarlah ini nasib, Tuhan sudah mengatur. Mungkin tidak berjodoh. Malah mencari alasan atas keadaan yang terjadi di luar harapan. Padahal usaha masih setengah – setengah. Kalau sudah begini, apa iya Tuhan akan mengabulkan doa dari orang yang usahanya setengah saja.

Kalau memang sungguh menyukai dan memendamnya sejak lama. Dengarkan kata hati. Biasanya masalah perasaan begini, hanya hati yang tahu jawabannya. Dan kalau memang tidak suka, untuk alasan apa pun, jangan pernah berbohong untuk mendapat perhatian orang lain. Takutnya, nanti bisa kena batunya.

Nah . . memang susah kalau bisaca soal perasaan. Penalaran bagai mana pun akan sulit digunakan. Intinya begini, kalau kita orang baik, punya niat baik, caranya baik, dan berbuat baik. Ungkapkan saja perasaan itu. Ungkapkanlah pada orang yang tepat. Jangan mengulur waktu. Dan tetap introspeksi diri. Jangan –jangan hatinya telah terluka lebih dulu oleh perbuatan kita. Sehingga sulit untuk menerima rasa kasih yang kita miliki.

Setelah berusaha dengan sabar dan gigih. Berdoa dengan tulus. Baru bisa kita bilang. O iya, Alhamdulillah kita berjodoh. Atau mungkin juga, o iya bukan jodohnya.

Dan yang pasti adalah selalu berusaha menjaga perasaan sahabat – sahabat di sekitar kita. Jangan pernah dengan sengaja memberi harapan palsu. Lantas mengecewakannya. Lebih baik menjadi orang yang jujur. Kalau suka katakan suka. Dan kalau tidak, katakan tidak. Dengan cara yang baik.

 

Semoga bermanfaat!

 

Surabaya, 17 Januari 2012 Pukul 23.59 WIB

 

After Leaving

Leave

Ria R. Dewanti

After this leaving, I do not know why I am still missing you. I am asking myself why we have to leave. Our moment that we share seems so beautiful. I remember how we really care each other. but I am afraid that we can not be like that anymore. I think it already gone. Those memory were sweet. And I still dreaming of you.

There is something in my heart about you. I thought that you are not really care of me. But when you are gone, I am missing you. I do not know how you feel and what you say. Because I already erase all your name in my gadget. I can not find you anymore. So I do not have to waste my time to think about you.

Then I realize what you do to me. And maybe you feel the same of this broken heart. Will we meet again. Or it should to be over. I feel like I already dying yesterday. But when I remember you, I think my heart beat again. I do not know what to do. The distance that we have right now make us separate. Maybe this is what you want. And maybe this is the best for us. But how do I know. Are you the best of me. Am I the best of you. I believe that GOD have the best plan for us.

I should not remember you. I had decide. I had forgive you. You know, it is never easy for me to leave. But if I do not do this, my heart will be hurt much more. I will walk on my way. I will get my succed. And in that time, until I can reach my dream. I will see you. If you still there waiting for me. It means that we are meant to be. And if you do not, it means that we are not meant to be. Good bye is never easy. I hope it is the best for this time. Let Allah SWT guide us from above. Let love be our energy. Lets reach our dream.