Oleh
Ria R. Dewanti
Tulisan ini merupakan sebuah opini terhadap seorang tokoh yang terdapat dalam komik dan anime Jepang karangan Aoyama Gosho yang berjudul Detective Conan. Tokoh tersebut bernama Ai Haibara.
Nama aslinya adalah Shiho Miyono. Dia adalah seorang ilmuwan muda yang cerdas. Dulu sebelum organisasi berjubah hitam mengkhianatinya. Shiho atau Ai bekerja dan setia untuk organisasi misterius tersebut. Namun semua berubah saat Shiho mengetahui sebuah rahasia. Tragedi kematian kedua orang tuanya serta pembunuhan terhadap kakak kandung Shiho yaitu Akemi Miyono, telah membawa pukulan berat baginya. Kecurigaan Shiho terhadap organisasi bejubah hitam sebagai dalang dari semuanya semakin menguat. Hal ini pun tercium oleh anggota organisasi lainnya.
Akhirnya Shiho melakukan hal nekat. Dia menelan ramuan APTX 4869 yang dia racik sendiri. Meskipun belum jelas bagaimana uji coba terhadap ramuan tersebut, namun dia memberanikan diri menelannya. Sebenarnya keberanian Shiho ini bukan tanpa alasan. Karena pada percobaan terakhir ketika ramuan tersebut diminumkan pada seorang pria muda. Beberapa bulan kemudian setelah dilakukan pengecekan secara rahasia ke rumah pria muda tersebut, baju kanak-kanak pria tersebut telah menghilang. Secara diam-diam Shiho menduga bahwa pria muda tersebut tidak tewas melainkan tubuhnya menyusut menjadi ukuran kanak-kanak. Dan Shiho merahasiakannya pada teman-temannya sesame anggota organisasi berjubah hitam.
Untungnya Shiho tidak pernah percaya 100% kepada kawanan tersebut. Hingga akhirnya Shiho berhasil melarikan diri dengan tubuh kecilnya akibat menelan APTX 4869 seperti dugaannya. Setelah itu dia pun melarikan diri menuju rumah Prof. Agasa, teman karib pria muda tersebut yang tempat tinggalnya juga berdekatan. Dan pria muda tersebut adalah Shinici Kudo, seorang detektif muda yang tubuhnya mengecil akibat menelan ramuan yang sama dengan Shiho. Dengan tubuh kecilnya, Shinici menyamar sebagai murid SD yang bernama Conan Edogawa.
Dan cerita pun terus bergulir antara Shiho dan Shinici. Keduanya sama-sama membenci organisasi berjubah hitam walau dengan alasan yang berbeda. Shiho pertama kali keluar dalam komik Detektive Conan nomor 18. Pada awal pertemuannya dengan Shinici, Shiho belum mendapatkan kepercayaan penuh. Seperti biasanya Shinici selalu analitis dan tidak mudah percaya begitu saja apabila belum melihat bukti-bukti di depan mata.
Hingga suatu ketika, Shinici melihat di depan kedua matanya, salah satu dari kawanan pria berjubah hitam yaitu Gin, menembakkan selongsong peluru tepat ke arah Shiho. Sejak saat itu, Shinici mulai yakin bahwa mereka berdua sedang berada dalam kejaran orang-orang yang sama. Dan mereka pun kompak bekerja sama untuk menguraikan jejak-jejak yang ditinggalkan pria berjubah hitam. Guna mengembalikan tubuh mereka ke bentuk semula. Dan mengetahui dengan pasti rahasia mengenai keluarga Shiho yang telah tiada, yang juga mantan anggota kawanan berjubah hitam.
Selamat berjuang Shinici dan Shiho!
Sumber gambar berasal dari www.google.com


