Oleh
Ria R. Dewanti
“apakah Anda aktif di organisasi,”
“bosan dengan program kerja yang ada,”
“ingin tahu cara me-refresh-nya. . .”
Terkadang menjalani program kerja sangatlah membosankan. Segala sesuatu yang dilakukan sama saja dari hari ke hari. Minggu ke minggu. Perlu adanya penyegaran. Penting agar tidak menjadi kejenuhan hingga akhirnya menyebabkan kemandegan lalu kemunduran dalam hal kreativitas dan kualitas organisasi.
Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang merasa jenuh menjalani rutinitas. Konflik kecil dengan rekan kerja pun bisa menjadi hal yang berbahaya pada saat seperti ini. Bisa-bisa ketersinggungan yang biasanya bisa diselesaikan dengan mudah menjadi sulit dan memakan waktu.
Pada kondisi emosi yang tidak stabil, sebaiknya hindari berbicara terlalu banyak dengan teman-teman. Karena dikhawatirkan dapat memicu salah paham atau pun hal-hal yang bersifat personal lainnya. Persoalannya selanjutnya adalah saat menghadapi rapat harian atau pun agenda organisasi lainnya yang mensyaratkan bertemu dengan banyak orang.
Akan sangat disayangkan apabila kondisi pribadi yang cukup pelik dan bahkan terkadang tak dapat dimengerti ini disalah artikan pihak lain sebagai bagian dari karakter pribadi sebenarnya. Padahal tidak seperti itu. Apabila diteruskan, tentu hal ini akan memberi dampak yang tidak baik bagi keberlanjutan seorang pengurus di suatu organisasi. Atau pun bagi organisasi itu secara keseluruhan. Karena setiap pengurus memiliki kelebihannya masing-masing. Mereka adalah asset yang penting bagi suatu organisasi.
Diperlukan pengertian dari sesama teman organisasi mengenai keadaan diri yang sedang tidak betul-betul sehat. Secara fisik mungkin terlihat optimal. Namun perlu disadari keadaan psikis yang tidak selalu sama dengan kondisi fisik. Teman-teman yang pengertian akan sangat membantu seorang pengurus dalam menghadapi situasi seperti ini. Itulah gunanya teman. Saling memahami dan mengerti. Bisa merasakan apa yang dirasakan temannya. Atau paling tidak berempati terhadap kondisi teman yang sedang tidak stabil.
Harus diakui seorang pengurus yang sedang mengalami kejenuhan tidak bisa menghadapi sendirian. Dukungan teman seorganisasi akan sangat membantu. Dalam titik ini, teman yang mau memberikan dukungan akan mengukuhkan ikatan solidaritas organisasi tersebut. Sebaliknya teman yang memojokkan akan membuat ikatan organisasi menjadi lemah dan renggang.
Sementara itu bagi pengurus yang sedang merasa jenuh. Melakukan rehat sejenak terhadap kegiatan organisasi sangat dianjurkan. Melakukan hobby atau mungkin menyelesaikan tugas kampus yang sempat tertunda dapat mengurangi beban bathin. Agar pikiran menjadi segar dan ide cemerlang kembali lagi. Beristirahat sebentar dari organisasi memberi waktu bagi pikiran dan badan untuk menemukan semangatnya. Setelah merasa cukup bugar, kegiatan organisasi dapat dilanjutkan seperti sedia kala.
Selamat me-refresh diri!